Tips Menghadapi Musibah

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
SEBAGAI mukmin yang beriman dan meyakini kebenaran apa yang disebutkan dan dijelaskan dalam Alquran dan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih, tentu kita menyadari bahwa kehidupan ini tidak lepas dari ujian dan cobaan. Hal ini untuk menguji keimanan dan kesabaran kita dalam menjalani hidup sesuai dengan aturan dan tuntunan Allah SWT. Allah Ta’ala menegaskan:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Surat Al-Ankabut [29]: 2).
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Surat Al-Anbiya [21]: 35).
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Surat Al-Mulk [67]: 2).
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Surat Al-Baqarah [2]: 155-156).
Setelah menyadari bahwa kehidupan dunia ini memang tempat seorang hamba diuji dan dicoba dengan segala bentuk ujian dan cobaan baik berupa nikmat maupun berupa musibah, maka sebagai mukmin kita mengetahui bahwa Allah Ta’ala dan Rasul-Nya telah mengajarkan kepada kita untuk selalu bersabar menghadapi segala musibah yang menimpa kita.
Sabar bukan berarti tidak bersedih atas musibah yang menimpa kita karena bersedih itu adalah fitrah yang diberikan Allah kepada kita. Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pun bersedih dan menangis ketika anak beliau, Ibrahim wafat. Sabar adalah sifat menerima segala ketentuan atau takdir Allah SWT dengan lapang dada dan menahan diri dari segala yang tidak sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Seperti berputus asa dari rahmat Allah SWT, marah, banyak mengeluh dan menyalahkan takdir bahkan sampai marah terhadap Allah SWT.
Ada beberapa hal yang dapat membantu kita untuk dapat bersabar dalam menghadapi musibah dan cobaan yang diberikan Allah SWT kepada kita, di antaranya adalah:
- Meyakini dan menyadari bahwa kita dan segala yang kita miliki sebenarnya adalah milik Allah SWT. dan semuanya akan kembali kepada-Nya. Hal itu sebagaimana ungkapan yang diajarkan Alquran kepada setiap mukmin ketika ditimpa musibah yaitu ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kami akan kembali). Kalau kita betul-betul memahami dan menghayati makna ungkapan itu maka itu merupakan obat yang paling mujarab bagi kita dalam menghadapi musibah.
- Meyakini pahala dan ganjaran yang besar yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya dalam Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar.
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَـٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّـهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Surat Al-Zumar [39]: 10).
Allah juga menjelaskan kabar gembira bagi orang yang bersabar.
أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Surat Al-Baqarah [2]: 157)
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ صُهَيْبٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. رواه مسلم
Diriwayatkan dari Shuhaib, ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (Riwayat Muslim).
- Meyakini bahwa setelah kesusahan pasti ada kemudahan karena Allah SWT. telah menegaskan itu dalam al-Qur`an. Allah SWT. berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surat Al-Syarh [94]: 5-6).
- Meyakini bahwa semua yang terjadi adalah takdir dan atas kehendak Allah SWT. tidak ada sesuatupun yang terjadi di dunia ini kecuali atas kehendak Allah SWT. Keyakinan yang kuat akan takdir Allah SWT. itu akan menjadi obat penenang hati dalam menghadapi segala musibah. Allah SWT berfirman:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّـهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾ لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّـهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Surat Al-Hadid [57]: 22-23).
- Selalu berdoa kepada Allah SWT. dan meyakini bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkannya dengan cara yang terbaik menurut-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Surat Ghafir [40]: 60).
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (Surat Al-An’am [6]: 17).
- Membaca dan meneladani sirah orang-orang sabar terdahulu sehingga memberikan semangat dan motivasi bagi kita untuk bersabar dalam menghadapi cobaan Allah SWT. Inilah salah satu rahasia ayat-ayat Makkiyyah yang banyak menyebutkan tentang kesabaran rasul-rasul terdahulu dalam menghadapi tantangan dan perlawanan kaum mereka terhadap dakwah yang mereka serukan.
Semoga kita termasuk hamba yang bisa dan selalu bersabar dalam menghadapi musibah dan cobaan Allah SWT. Dan menjadi hamba yang selalu bersyukur jika menerima limpahan nikmat dan rahmat Allah SWT. Aamiin. Wallahu a’lam bish shawab.*