Menuju Haji Mabrur

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
SETIAP jemaah haji pasti ingin mendapatkan haji yang mabrur. Kecuali mereka yang melaksanakan haji bukan karena Allah semata. Tapi karena ingin dilihat dan dipandang orang lain sebagai orang yang telah berhaji sehingga berhak dipanggil haji atau hajjah atau karena berbagai alasan keduniaan lainnya.
Allah telah menjanjikan bahwa tidak ada balasan bagi orang yang mendapatkan haji yang mabrur kecuali surga.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ. رواه البخارى ومسلم.
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya akan mengahpuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Adapun untuk mendapatkan haji yang mabrur dan agar materi dan tenaga yang kita kerahkan untuk menunaikan ibadah haji tidak menjadi sia-sia dan tidak dianggap oleh Allah Ta’ala maka ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian seorang jemaah haji.
Pertama, ikhlas hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak dicampur dengan riya, sum’ah, ‘ujub dan keinginan untuk membanggakan diri.
Kedua, menjaga agar rezeki dan biaya untuk haji hanya berasal dari yang halal dan jangan mencampurnya dengan harta yang didapat dengan cara yang haram, seperti mengeruk uang rakyat dengan cara korupsi.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا خرج الحاج حاجًّا بنفقة طيبة، ووضع رجله فى الغرز، فنادي: لبيك اللهم لبيك، ناداه منادي من السماء: لبيك وسعديك زادك حلال وراحلتك حلال، وحجك مبرور غير مأزور، وإذا خرج بالنفقة الخبيثة، فوضع رجله فى الغزر فنادى: لبيك ، ناداه مناد من السماء : لا لبيك ولا سعديك زادك حرام ونفقتك حرام، وحجك مأزور غير مبرور. رواه الطبراني
”Apabila seorang jemaah haji berangkat menunaikan ibadah haji dengan harta yang halal dan menginjakkan kakinya di kendaraannya, kemudian ia membaca Talbiah: “Labbaik Allahumma Labbaik.” Maka ada suara (jawaban) dari langit: ”Aku terima panggilanmu dan berbahagialah kamu, karena bekalmu halal, kendaraanmu halal, hajimu mabrur tidak mengandung dosa (ma’zur). Dan, apabila seorang jemaah haji berangkat dengan uang haram dan dia menginjakkan kaki di kendaraannya kemudian dia membaca Talbiah, ”Labbaik Allahumma Labbaik.” Maka ada suara (jawaban) dari langit: ”Tidak ada Labbaik dan tidak ada kebahagiaan bagimu karena bekalmu haram, kendaraanmu haram, hajimu penuh dosa tidak diterima (tertolak) . (Riwayat Thabrani).
Pertama, berusaha keras mengikuti semua ketentuan dalam ibadah haji dengan menjalankan semua rukun, wajib dan sunnah haji. Serta menjauhi semua larangan, kemaksiatan dan bid’ah yang dilarang pada waktu melaksanakan haji sehingga hajinya menjadi benar sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kedua, menjaga akhlak dan perilaku dalam berinteraksi dengan orang lain serta berusaha menjadi orang yang selalu bermanfaat bagi orang lain
Dengan berusaha keras mengerjakan dan menjaga hal-hal yang di atas maka diharapkan semoga jamaah haji mendapatkan haji yang mabrur yang tidak ada balasannya kecuali surga.Wallahu alam bish shawab.*