Tadzkirah

Lebih Percaya Janji Allah atau Janji Setan?

Oleh:

KH Bachtiar Nasir 

 

BANYAK di antara kita merasa sudah percaya kepada janji Allah. Namun, ketika ada kesempatan untuk bersedekah atau berinfak, keyakinan itu sering kali goyah. Tiba-tiba muncul rasa khawatir dalam hati.

“Kalau uang ini disedekahkan, nanti uang belanja kurang.” “Bagaimana kalau nanti ada kebutuhan mendadak?” “Kalau rezeki seret bagaimana?” Pikiran seperti ini sering datang tanpa disadari.

Allah SWT sudah mengingatkan keadaan tersebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 268:

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kali kita ingin berbuat baik, ada dua bisikan yang datang ke dalam hati. Yang pertama adalah bisikan setan. Ia membuat kita takut miskin, takut kekurangan, dan akhirnya mengurungkan niat untuk berinfak.

Sebaliknya, Allah mengajak kita untuk yakin kepada janji-Nya. Harta yang digunakan di jalan Allah tidak akan sia-sia. Allah menjanjikan ampunan, keberkahan, dan balasan yang jauh lebih besar daripada apa yang kita keluarkan.

Para ulama menjelaskan, rasa takut kehilangan harta saat ingin bersedekah sering kali merupakan godaan setan. Karena itu, jangan langsung mengikuti rasa takut tersebut. Ingatlah bahwa setan memang ingin menghalangi manusia dari setiap amal kebaikan.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa manusia mendapatkan bisikan dari setan dan ilham dari malaikat. Bisikan setan mengajak kepada keburukan, sedangkan ilham malaikat mengajak kepada kebaikan dan menguatkan keyakinan kepada janji Allah.

Lalu bagaimana cara menghadapinya?

Pertama, berlindunglah kepada Allah dengan membaca A’udzubillahi minas-syaithanir rajim. Setelah itu, ingat kembali firman Allah, “Asy-syaithanu ya’idukumul faqra”—setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan.

Kedua, jangan menunda kebaikan. Jika sudah berniat bersedekah, segera lakukan. Semakin lama ditunda, semakin besar peluang setan membatalkan niat baik itu.

Pada akhirnya, setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: percaya kepada janji setan atau percaya kepada janji Allah. Janji setan hanya melahirkan rasa takut. Sebaliknya, janji Allah menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan pahala yang tidak pernah sia-sia.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang lebih percaya kepada janji-Nya daripada kepada bisikan setan. Aamiin.*

Exit mobile version