KH. Bachtiar Nasir Sampaikan Empat Langkah Menjadi Pribadi Baru pada Bulan Muharram

JAKARTA–Pada hari Jumat (12/07/2024), Masjid AQL Islamic Center di Tebet, Jakarta Selatan, dipenuhi oleh jamaah yang antusias mendengarkan khutbah dari KH. Bachtiar Nasir Lc. MM., seorang ulama ternama yang juga merupakan Pimpinan AQL Islamic Center, Sekjen MIUMI, dan Ketua JATTI (Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia).
Dalam khutbahnya yang bertemakan “Muharram sebagai Momen Bersatu dan Mempersatukan Umat Islam”, beliau menguraikan pentingnya bulan Muharram dan keutamaan amal di dalamnya; serta menjadikannya sebagai momentum untuk merawat persatuan umat Islam. Selain itu, KH. Bachtiar Nasir juga mengemukakan empat langkah strategis untuk menjadi pribadi baru di bulan yang mulia ini.
Berikut adalah empat langkah yang disampaikan oleh KH. Bachtiar Nasir untuk meninggalkan masa lalu dan menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Muharram:
Pertama, Bertaubat dengan Taubatan Nasuha:
Langkah pertama yang disarankan adalah bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha. KH. Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa taubat yang sungguh-sungguh ini merupakan kunci utama untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu. “Jika kita ingin meninggalkan masa lalu kita, maka langkah pertama yang harus kita ambil adalah bertaubat dengan sepenuh hati kepada Allah,” ujar beliau.
Kedua, Memperbanyak Istighfar:
Selanjutnya, untuk menjadi pribadi yang lebih hebat dan sukses di bulan Muharram, beliau mengajak umat Islam untuk memperbanyak istighfar. Istighfar, atau memohon ampun kepada Allah, perlu dilakukan dengan kesungguhan hati. “Perbanyaklah istighfar kepada Allah dengan sesungguh-sungguhnya istighfar. Ini akan membantu kita dalam menghapus kesalahan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu,” kata KH. Bachtiar Nasir.
Ketiga, Memperbanyak Amal Saleh:
Langkah ketiga yang disarankan adalah memperbanyak amal saleh. Amal saleh ini bertujuan untuk menutup kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu. “Agar kita bisa menjadi manusia baru dan meninggalkan masa lalu, perbanyaklah amal saleh. Dengan demikian, kita bisa memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” tegas beliau.
Keempat, Bersabar Menghadapi Musibah:
Terakhir, KH. Bachtiar Nasir mengingatkan agar umat Islam bersabar jika menghadapi musibah. Musibah yang menimpa kita, bisa jadi merupakan cara Allah untuk membersihkan dosa-dosa kita di masa lalu. “Jika ada musibah yang menimpa kita, bersabarlah. Boleh jadi, musibah tersebut adalah cara Allah untuk membersihkan kita dari dosa-dosa yang lalu,” ujar beliau dengan penuh hikmah.
Dalam khutbahnya, KH. Bachtiar Nasir juga menekankan pentingnya bulan Muharram sebagai momen untuk bersatu dan mempererat persaudaraan antar umat Islam. Beliau berharap, dengan mengikuti empat langkah tersebut, setiap individu dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi persatuan umat.
Khutbah ditutup oleh beliau dengan hadits riwayat Muslim yang di antara spirit nilainya adalah pentingnya berpegang teguh pada tali Allah dan menjaga persatuan: “”Sesungguhnya Allah meridhai untuk kalian tiga hal, dan membenci untuk kalian tiga hal. Dia meridhai kalian untuk: (1) menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (2) berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai, dan (3) saling menasihati dalam kebaikan. Dan Dia membenci untuk kalian: (1) berkata-kata yang tidak perlu, (2) banyak bertanya, dan (3) menyia-nyiakan harta.” (HR. Muslim).
Secara umum khutbah ini mendapat respon positif dari para jamaah sebagai motivasi untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan sebaik-baiknya dengan menjalankan empat langkah yang telah disarankan oleh KH. Bachtiar Nasir. Semoga dengan langkah-langkah ini, kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan keberkahan di bulan Muharram.* (MBS)