Kenapa Kita Harus Bershalawat kepada Nabi Muhammad?

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah memerintahkan kepada hambanya yang beriman untuk selalu bershalawat kepada Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap kesempatan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan dan menganjurkan kepada umatnya untuk selalu bershalawat kepadanya. Beliau juga menjelaskan pahala dan balasan bagi orang yang bershalawat kepadanya. Di antaranya adalah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ ّرَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh, akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan dia akan diangkat sepuluh derajat.” (HR. An-Nasai).
Sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada umat Islam tentunya kita sebagai hamba harus mentaati perintah tersebut dan melaksanakannya dengan penuh keikhlasan. Agar kita mendapatkan pahala dan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang dijanjikan-Nya.
Sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentunya kebaikan dan keutamaan bershalawat itu akan kembali kepada orang yang melakukannya dengan penuh keikhlasan. Bukan hanya untuk Nabi SAW. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Dimana jika seseorang bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah kepada umat manusia sebagai rahmat dan pembawa hidayah yang menunjukkan manusia jalan menuju Allah. Serta menyelamatkan mereka dari kegelapan jahiliyyah menuju cahaya Islam. Dengan hal itu, tentunya Nabi punya jasa yang sangat besar bagi umat manusia sehingga sudah sepantasnya mereka bersyukur kepada Allah SWT. Atas rahmat yang besar itu, dan mengungkapkan rasa terima kasih itu dengan selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jika seseorang selalu menyebut-nyebut orang yang berjasa kepadanya dalam urusan dunia seperti guru yang mengajarkannya ilmu, dokter yang menyembuhkan penyakitnya atas izin Allah SWT atau dermawan yang membantunya ketika dalam kesulitan, tentunya jasa Nabi Muhammad yang merupakan sebab kebahagiannya di dunia dan dia akhirat lebih besar dan lebih mulia dari semua itu. Maka sudah seharusnya kita selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di setiap kesempatan.
Syaikh Abdurrahman al-Sa’di dalam tafsirnya terhadap ayat 56 dari surat al-Ahzab di atas menjelaskan bahwa shalawat dan salam yang kita lakukan kepada Nabi Muhammad itu merupakan amalan mengikuti Allah SWT dan para malaikat-Nya, sebagai balasan terhadap jasa-jasa Nabi Muhammad terhadap kita. Sebagai penyempurnaan akan keimanan kita, pengagungan terhadap Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam, pengungkapan rasa cinta dan hormat kepada beliau, sebagai penambah amal kebaikan dan penghapus kesalahan kita.
Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya Jala` al-ifham fi fadhl al-sholat wa al-salam ‘ala khair al-anam menjelaskan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi SAW. Setelah memberitahukan bahwa Dia dan para malaikatnya bershalawat kepada beliau, hal itu berarti bahwa jika Allah dan para malaikatnya saja bershalawat kepada Nabi Muhammad, maka kamu sekalian lebih berhak dan patut untuk selalu bershalawat dan salam kepadanya atas apa yang telah kamu dapatkan dari berkah risalahnya.
Semoga kita termasuk orang selalu bershalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala juga selalu bershalawat untuk kita, menghapuskan segala kesalahan kita dan meninggikan derajat kita. Aamiin.* Wallahu a’lam bish shawab.*