Tadzkirah

Jangan Mengolok-olok

Ilustrasi

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

SEBAGAI pemimpin umat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memperhatikan akhlak dan perilaku umat Islam dalam kehidupannya sehari-hari. Baik dengan keluarga, tetangga, dan masyarakatnya. Bahkan dengan musuh atau dengan orang yang berbeda pendapat, aliran dan agama sekalipun. Karena itu Islam memerintahkan umatnya untuk selalu berakhlak baik dan menjauhi sifat dan perilaku tercela.

Di antara perilaku tercela yang dengan tegas dijelaskan dalam Alquran adalah perilaku saling mengolok-olok atau saling menghina. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ‌ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرً‌ا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرً‌ا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat [49]: 11).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mengolok-olok orang lain. Yaitu merendahkan dan menghinakan mereka. Sebagaimana disebutkan sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa sombong itu adalah menolak kebenaran dan menghinakan orang lain. Menghina dan merendahkan itu hukumnya haram karena boleh jadi orang yang dihina dan diolok-olokan itu lebih tinggi derajatnya dan lebih dicintai Allah Ta’ala daripada orang yang menghina dan mengolok-olokan itu.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Orang Muslim adalah orang yang tidak menyakiti saudara-saudara sesama muslimnya, baik dengan lisan maupun tangannya. Dan  Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah. (HR. Bukhari).

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : من كان يؤمن بالله واليم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت

“Diriwayatkan dari Abu hurairah dari Rasulullah SAW. bahwa Beliau bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).*

 

 

Exit mobile version