Doa dan Zikir Sebelum Tidur

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
BANYAK sekali doa dan zikir sebelum tidur yang terdapat dalam hadits-hadits Nabi SAW. Bahkan Imam Nawawi dalam kitabnya al-Azkar menjelaskan bahwa hadist dan atsar dalam masalah ini sangat banyak dan apa yang kami sebutkan sudah cukup bagi yang diberikan taufiq untuk mengamalkannya. Kami menghapuskan yang selebihnya karena takut akan membosankan orang yang membacanya. Lebih utama jika seseorang melakukan semua yang disebutkan dalam bab ini, jika ia tidak sempat maka cukup melakukan yang ia mampu dari yang terpentingnya.
Di antara amalan doa dan zikir yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebaiknya kita baca sebelum tidur adalah:
- Meniup kedua telapak tangan dan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas, lalu mengusapkan kedua tangan itu ke seluruh tubuh.
عَنْ عَائِشَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا ، فَقَرَأَ فِيهِمَا : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi SAW apabila beranjak ke tempat tidurnya pada setiap malam, beliau menghimpun dua telapak tangannya, kemudian meniupkan padanya sambil membaca Qul huwallaahu ahad (surat Al-Ikhlash), Qul a’uudzu bi-rabbil-falaq (surat Al-Falaq), dan Qul a’uudzu bi-rabbin-naas (surat An-Naas). Setelah itu mengusapkan kedua telapak tangannya itu ke seluruh tubuhnya yang mampu untuk diusap, dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya tiga kali.” (Riwayat Bukhari).
- Membaca ayat Kursi
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ فَأَتَانِي آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ ، فَقُلْتُ : لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ ، فَقَالَ : إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ. رواه البخارى
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Rasulullah SAW menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah SAW.” Lalu Abu Hurairah ra. menceritakan hadits panjang yang berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat al-Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah SWT dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi SAW bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (Riwayat Bukhari).
- Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah.
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Dari Abu Mas’ud al-Badri ra. ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, barangsiapa yang membaca pada malam hari maka itu cukup baginya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Para ulama berbeda pendapat tentang maksud dari cukup baginya dalam hadit di atas. Sebagian mengatakan bahwa maksudnya adalah bahwa itu cukup untuk menjaganya dari segala bencana pada malam itu. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan bahwa maksudnya adalah bahwa itu cukup baginya sebagai pengganti qiyamullail. Dan boleh jadi maksudnya meliputi kedua hal tersebut.
- Membaca surat al-Kafirun.
عن نوفل الأشجعي رضي اللّه عنه قال : قال لي رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: إذا أخذت مضجعك من الليل فاقرأ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} ثم نَمْ على خاتمتها فإنها براءةٌ من الشرك
Dari Naufal al-Asyja’i ra. ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Apabila kamu menuju tempat tidurmu pada malam hari maka bacalah ‘Qul ya ayyuhal kafirun’ (surat al-Kafirun) lalu tidurlah setelah selesai membacanya, sesungguhnya ia adalah pembebas dari kesyirikan.” (Riwayat Ahmadh, Tirmizi, Abu daud dan al-Hakim).
- Membaca surat al-Isra` dan al-Zumar.
عن عائشة رضي اللّه عنها قالت : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لا يَنَامُ حَتَّى يَقرَأَ بَنِي إِسرَائِيلَ وَالزُّمَر
Dari Aisyah ra. ia berkata, “Nabi SAW. tidak akan tidur sampai beliau membaca surat Bani Israil dan al-Zumar.” (Riwayat Tirmizi).
- Membaca doa Bismika Allhumma Amuutu wa ahya.
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Dari Huzaifah bin al-Yaman ra. ia berkata, “jika ingin tidur Nabi SAW membaca ‘bismika allahumma amutu wa ahya’ (dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup), dan ketika bangun dari tidurnya beliau membaca ‘alhamdulillahil ladzi ahyaana ba’da ma amaatana wa ilaihin nusyur’ (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kamu kembali setelah mematikan kami dan kepadanya tempat kembali).
- Berwudhu` dan berbaring di atas bagian kanan badan, kemudian membaca doa seperti yang disebutkan dalam hadits ini.
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ، فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ ” ، قَالَ : فَرَدَّدْتُهَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا بَلَغْتُ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ قُلْتُ : وَرَسُولِكَ ، قَالَ : لَا ، وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Dari al-Bara` bin ‘Azib, ia berkata, “Nabi SAW. bersabda: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu (hendak tidur) maka hendaklah kamu berwudhu` seperti wudhu`mu untuk sholat, lalu berbaring di atas bagian kanan tubuhmu, kemudian bacalah, “Ya Allah aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dalam keadaan harap dan cemas hanya kepada-Mu, Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada yang dapat menyelamatkan diri dari (siksa)Mu kecuali hanya kepada-Mu. Ya Allah Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus. Jika kamu mati pada malam itu, maka kamu mati di atas fitrah (Islam), dan jadikanlah doa ini sebagai akhir apa yang kamu ucapkan.” Perawi (al-Bara`) berkata, “Lalu aku mengulangi doa ini di hadapan Rasulullah SAW. ketika sampai pada Ya Allah aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan dan Rasul-Mu,” maka Rasulullah bersabda: “Bukan begitu, tapi dan beriman kepada Nabi yang telah Engkau utus.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
- Mengibaskan tempat tidur, lalu membaca doa seperti dalam hadits berikut ini.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ يَقُولُ : بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “ Nabi SAW. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian beranjak menuju tempat tidur maka hendaklah dia mengibaskan tempat tidurnya karena dia tidak mengetahui apa yang ia tinggalkan di atasnya, kemudian hendaklah ia membaca, ‘Dengan nama-Mu ya Tuhan aku letakkan tubuhku dan dengan Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau mencabut ruhku maka rahmatilah ia, dan jika Engkau melepaskannya maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang sholeh. (HR. Bukhari dan Muslim).
- Bertasbih 33x, bertahmid 33x dan bertakbir 34x.
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه أَنَّ فَاطِمَةَ رضي الله عنها أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ خَادِمًا ، فَقَالَ : أَلَا أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ ، تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِنْدَ مَنَامِكِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتَحْمَدِينَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ . فَمَا تَرَكْتُهَا بَعْدُ . قِيلَ : وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ ؟ قَالَ : وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ
Ali bin Abi Thalib ra. meriwayatkan bahwa Fathimah ra. datang kepada Nabi SAW. meminta pembantu, maka Nabi SAW. bersabda: “Saya akan memberitahukan kepadamu yang lebih baik bagimu daripada seorang pembantu, yaitu ketika hendak tidur hendaklah kamu bertasbih 33x, bertahmid 33x dan bertakbir 34x. Maka saya tidak pernah meninggalkan perkara itu. Dikatakan kepadanya, “Tidak juga pada malam perang Shiffin? Beliau menjawab: “Dan tidak juga pada malam perang Shiffin.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
- Meletakkan tangan di bawah pipi kanan lalu membaca doa dalam hadit berikut ini.
عَنْ حَفْصَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْقُدَ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ :اللَّهُمَّ قِنِى عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. ثلاث مرار
Hafshah ra. meriwayatkan bahwa jika ingin tidur Rasulullah SAW. meletakkan tangannya yang kanan di bawah pipinya kemudian membaca, “Ya Allah lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan para hamba-Mu.” (Riwayat Abu Daud).
- Membaca doa dalam hadits berikut ini.
عَنْ أَنَسٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ ، قَالَ : ” الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا ، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ
Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW jika beranjak ke tempat tidurnya membaca, “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, dan telah mencukupi kami dan memberi perlindungan kepada kami. Berapa banyak orang yang tidak memiliki yang mencukupi dan memberi perlindungan kepadanya.” (Riwayat Muslim).
- Membaca doa dalam hadits berikut ini.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ، أَنَّهُ أَمَرَ رَجُلًا إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ : ” اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا ، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ ” ، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : أَسَمِعْتَ هَذَا مِنْ عُمَرَ ؟ ، فَقَالَ : مِنْ خَيْرٍ مِنْ عُمَرَ ، مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa beliau menyuruh seseorang jika ingin tidur untuk membaca, “Ya Allah Engkau telah menciptakan diriku dan Engkaulah yang mewafatkannya, bagimu mati dan hidupnya. Jika kamu menghidupkannya maka jagalah ia, dan jika kamu mematikannya maka ampunilah ia. Ya Allah aku memohon kepada-Mu keselamatan”. Maka seseorang bertanya kepadanya, “Apakah kamu mendengar hal ini dari Umar?”. Maka Abdullah menjawab, “Bahkan dari orang yang lebih baik dari Umar yaitu dari Rasulullah SAW. (Riwayat Muslim).
- Membaca doa dalam hadits berikut ini.
عَنْ سُهَيْلٍ ، قَالَ : كَانَ أَبُو صَالِحٍ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ يَقُولُ : ” اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ ” وَكَانَ يَرْوِي ذَلِكَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Suhail, ia berkata, “Abu Sholeh menyuruh kita apabila salah seorang dari kita ingin tidur untuk berbaring pada bagian sebelah kanan badan, lalu membaca doa, “Ya Allah Tuhan langit dan bumi, Tuhan ‘Arsy yang agung, Tuhan kita dan Tuhan segala sesuatu. Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur`an, Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkaulah yang menguasai ubun-ubunnya. Ya Allah Engkaulah Al-Awwal yang tiada sesuatu sebelum-Mu, dan engkaulah Al-Akhir yang tiada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Yang Zhahir Yang tiada sesuatu di atas-Mu dan engkau Al-Bathin, tiada yang lebih dekat dari-Mu sesuatupun, lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefakiran.” Dan ia meriwayatkan ini dari Abu Hurairah dari Nabi SAW. (Riwayat Muslim).
Inilah di antara doa dan zikir yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang sebaiknya kita amalkan dan kita baca setiap kita hendak tidur agar tidur kita mendapat pahala dan kita dijaga dari segala sesuatu yang tidak baik bagi kita. Wallahu a’lam bish shawab.*