Tadzkirah

Arafah, Hari Pembebasan dari Api Neraka

Oleh:

KH Bachtiar Natsir

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

Hari ini, jamaah haji sudah mulai bergeser ke ke Arafah. Hari ini adalah hari yang agung dan salah satu keutamaannya adalah di hari ini, Allah Azza wa Jalla membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam riwayat hadits shahih di atas.

Bila di bulan Ramadhan, di setiap malamnya, Allah Ta’ala berkenan untuk membebaskan hamba yang memohon kepada-Nya untuk diampuni dan dibebaskan dari api neraka, tetapi tetap tidak mampu menandingi banyaknya hamba yang dibebaskan dari api neraka, melebihi hari Afarah. Padahal mereka yang diampuni tersebut masih hidup di dunia. Inilah hebatnya dan keutamaan hari Arafah. Tak hanya kesempatan untuk dibebaskan dari api neraka, Allah Azza w! Jalla juga akan mendekat dan membanggakan kita di hadapan para malaikat-Nya dan memperhatikan apa yang kita inginkan.

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Mari kita bersiap untuk menjadi yang terpilih di hari Arafah yang agung ini. Berpuasa di hari Arafah juga sangat besar nilainya untuk kita yang masih sibuk dengan dunia dan sadar atau tidak sadar selalu berbuat dosa. Berpuasa di hari ini akan menyebabkan diampuninya dosa kita selama dua tahun. Satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Di hari ini, Allah Azza wa Jalla bagaikan sedang meluapkan rahmat-Nya untuk membanggakan hamba-Nya yang sedang berwukuf di Padang Arafah di hadapan mahluk-Nya yang lain. Allah Ta’ala juga mencari hamba-hamba-Nya yang akan dibebaskan-Nya dari api neraka, meski mereka masih hidup di dunia. Baik dari mereka yang sedang berwukuf di Arafah maupun yang sedang melaksanakan puasa dengan berbagai ibadah yang dicintai-Nya.

Cara untuk Terpilih
Hari ini merupakan kesempatan terbesar dan setiap kita berpeluang untuk menjadi yang terpilih dibebaskan dari api neraka semenjak masih ada di dunia. Inilah adalah kesempatan besar. Mengingat mengingat banyaknya dosa-dosa yang kita lakukan. Sementara kita masih saja berjibaku dengan segala urusan dunia yang melenakan dan menyibukkan diri.

Oleh karena itu, untuk satu hari ini saja, luangkanlah waktu mempersiapkan diri untuk hadir dengan sepantas mungkin di hari yang sangat penting itu. Bersama berbagai ketaatan yang harus kita lakukan.
Bagaimana caranya agar kita menjadi yang terpilih? Apa saja ketaatan yang harus dilakukan untuk menjadi yang terpilih?
Untuk yang berhaji maka perbanyak membaca, “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya).”

Bagi yang tidak sedang berhaji, maka banyak-banyaklah berdoa kepada Allah Azza wa Jalla di hari yang agung ini. Doa yang paling penting untuk kita panjatkan di hari ini adalah doa memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat dan dibebaskan dari api neraka. Serta memohonlah perlindungan dari-Nya agar kita bisa menjaga diri untuk taat, menjauhi maksiat, dan tidak menambah dosa; terutama dosa besar.

Setelah shalat Shubuh di Arafah hingga hari terakhir Tasyrik, disunahkan untuk senantiasa bertakbir di setiap selesai shalat. Sebagaimana Abdullah bin Umar meriwayatkan, “Kami pagi-pagi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR. Muslim)

Esok, hari yang agung itu tiba. Mohonlah kepada Allah Azza wa Jalla agar Dia berkenan menyampaikan umur kita hingga esok. Bekerja keraslah agar senantiasa focus berjuang untuk menjadi yang terpilih.
Adakah yang melebihi kehebatan dari ini semua? Kita masih ada di dunia dan masih kerap berbuat salah dan dosa, tetapi Allah sudah berkenan untuk membebaskan kita dari api neraka. Tentu sangat bodoh jika kita tidak memanfaatkan hari Arafah yang agung ini dan berusaha untuk mendapatkan keutamaannya. Mari bersama memantaskan diri untuk terpilih menjadi yang dibebaskan dari api neraka di hari itu. Berdasar atas dua hal yaitu ikhlas karena Allah Ta’ala dan mencontoh dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.*

Exit mobile version