Smart Investasi

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۭ
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapatkan pahala yang tidak putus-putusnya.” (Surat Al-Insyiqaq ayat 25).
Ayat ini adalah ayat terakhir dalam surat Al-Insyiqaq. Ayat ini menyatakan bahwa hanya orang yang beriman dan beramal salehlah yang akan mendapatkan pahala yang tak pernah putus. Di dunia bahkan sampai di akhirat.
Dengan demikian, siapakah orang yang beriman dan beramal shaleh itu? Bentuk ibadah seperti apakah yang membuat mereka dikaruniai pahala yang tidak pernah putus bahkan setelah kehidupan di dunia berakhir? Jawabannya adalah negasi dari ayat 21 surat ini, yaitu orang-orang yang dibacakan Alquran kepada mereka maka mereka kemudian tunduk. Tunduk pada perintah Alquran dan mengerjakan semua isinya. Itulah orang yang mendapatkan pahala tiada henti-hentinya. Itulah amalan yang tidak pernah putus manfaatnya.
Bagaimanakah caranya supaya selalu mau dan bisa mengerjakan isi Alquran? Sebelumnya, mari kita lihat apa yang dikatakan oleh seorang ahli syaraf bahwa 95 % keputusan itu diambil berdasarkan pengaruh dari syaraf kita.
Oleh karena itu, pastikan bahwa syaraf Anda tidak dalam keadaan tertekan, sedih, atau terblokir emosi. Jika dalam keadaan demikian, kita tidak boleh mengambil keputusan apa pun karena pasti tidak objektif dan dapat merugikan diri kita sendiri. Ubah dulu situasi pikiran dan hati kita.
Demikian pula halnya dalam menyikapi ayat-ayat Alquran, kita harus dalam keadaan tenang dan dapat memposisikan pikiran dalam kemampuan penuh untuk menerima kebenaran. Mulailah dengan rasa syukur atas segala nikmat-Nya dan tersenyumlah.
Kedua, jika situasi hati dan pikiran sudah tenang dan kebenaran itu telah datang, maka jika dalam 5 detik pertama terbersit ide atau keinginan untuk berbuat kebaikan, lakukanlah saat itu juga! Jangan banyak berpikir dan mempertimbangkannya lagi. Mulai saja. Sesungguhnya ini yang akan membedakan Anda sebagai seorang pelaku kebaikan dengan seorang pemimpi.
Melakukan kebaikan yang ingin Anda lakukan dalam 5 detik pertama itu akan mengunci pikiran Anda untuk bersegera melakukan kebaikan lain setelahnya. Karena, Anda tidak memberi peluang hal lain untuk membelokkan rencana atau menggoyahkan tekad.
Istikamah
Hal yang membuat orang hebat menjadi hebat adalah langsung eksekusi. Tidak banyak konsep, bukan banyak mimpi. Bergerak dan fokuslah dalam menjalankan isi Alquran. Semakin banyak amal saleh maka buah amal yang akan didapat pun semakin banyak. Segala yang tidak mungkin menjadi mungkin di surga. Semua bermula dari iman (hati), amal saleh (gerak), istikamah (fokus).
Rumus konsistensi terdapat juga terdapat dalam surat Fushilat ayat 8 dan surat At-Tiin ayat 6. Terkategorikan menjadi dua kelompok besar:
1. Iman ada dalam tataran hati/ sifatnya abstrak/ planning yang ada dalam batin
2. Amal shaleh dalam tataran konkret, bentuk implementasi dalam gerak nyata.
Bila keduanya berputar dalam sistem yang dinamakan sebagai istikamah atau fokus, maka ia akan menjadi energi yang menghasilkan kebaikan yang tak pernah putus. Menjadi manfaat yang tak tak pernah henti untuk semesta dan menjadi pahala yang tak putus bagi pelakunya hingga ke surga.
Berangkat dari formula ini, saat ini semestinya adalah waktu yang tepat bagi kita, terutama yang sudah memasuki usia dewasa akhir untuk bertanya; apa amal saleh yang dapat kita upayakan setelah iman supaya pahalanya terus mengalir dan mengantarkan kita hingga ke surga.
Bila digolongkan sebagai sebuah investasi, investasi ini bukanlah yang akan dialihkan kepemilikannya bila kita telah tiada. Dan, manfaatnya akan terhenti bersamaan dengan berhentinya nafas kita. Namun, ini adalah investasi yang akan menolong kita di kehidupan setelah dunia ini berakhir sekalipun. Rencanakanlah atas nama iman dan lakukanlah saat ini juga agar buah investasi ini bisa kita rasakan manfaatnya secara abadi di kehidupan yang abadi.
Untuk investasi atas nama iman ini, sejatinya tidak mengharuskan kita memiliki modal atau aset yang banyak, sebagaimana investasi umumnya. Namun, investasi ini sekali lagi hanya bermodal iman. Iman adalah modal dasar falahum ajrun ghairum mamnuun. Investasi yang akan selalu menguntungkan bagi investornya di dunia hingga di akhirat.
Inilah smart investasi. Mulailah sekarang. Tetapkan planning-nya atas nama iman. Bergeraklah segera dalam bentuk kesalehan. Dan, fokuslah!
*Intisari Kajian 3MQu: Tadabbur QS. Al-Insyiqaq ayat 25 | Edisi 7 Desember 2022
