Macam-macam Thagut

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّـهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّـهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).
اللَّـهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thagut (syaitan), yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 257).
Dari segi bahasa thagut berasal dari thugyan yang berarti melampau batas. Adapun yang dimaksudkan dengan thagut secara istilah disebutkan dalam kamus lisan al-Arab bahwa thagut adalah sesuatu yang disembah selain Allah SWT. dan setiap kepala kesesatan adalah thagut.
Ibnu Jarir al-Thabari menjelaskan bahwa thagut adalah segala sesuatu yang melampau terhadap Allah sehingga dia disembah disamping Allah, apakah itu melalui paksaan dari dia terhadap orang mau menyembahnya ataupun ketaatan orang yang menyembah itu secara sukarela, baik yang disembah selain Allah itu berupa manusia, syaithan, berhala, patung, mahupun yang lainnya.
Ibnu Taimiyyah mendefinisikan thagut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah dan yang disembah itu menerimanya dan tidak menolaknya.
Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya I’lamul muwaqqi’in ‘an rabbil ‘alamien menyebutkan bahwa thagut adalah apa saja yang diperlakukan hamba secara melampaui batas, berupa sesuatu yang disembah (diibadahi), diikuti, maupun ditaati. Thagut setiap kaum adalah yang mana mereka berhukum kepadanya selain Allah, atau mereka mengibadahinya selain Allah atau mereka mengikutinya tanpa bashiroh (penerang) dari Allah atau mereka mentaati dalam apa yang tidak mereka ketahui bahwa itu adalah ketaatan kepada Allah. Inilah thagut-thagut dunia, bila engkau mengamatinya dan mengamati keadaan manusia di sekitarnya maka engkau akan melihat mayoritas mereka berpaling dari menyembah Allah kepada menyembah thagut, dari berhakim kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi berhakim kepada thagut serta dari mentaati Allah serta mengikuti Rosul-Nya menjadi mentaati thagut serta mengikutinya.
Para ulama menjelaskan bahwa thagut itu banyak sekali karena memang banyak sekali yang disembah, ditaati, diikuti selain Allah SWT. dan mereka rela diperlakukan seperti itu. Namun, tokoh utama dan pemimpin atau pembesar thagut itu di antaranya adalah:
- Iblis, yaitu syaitan yang terutuk dan terlaknat sampai hari kiamat nanti, yang selalu dan akan selalu berusaha memalingkan umat manusia dari Allah Ta’ala dan menjerumuskan mereka untuk menyembah selain-Nya.
- Yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ia rela disembah selain Allah itu, meskipun ia tidak mengajak orang lain untuk melakukannya.
- Orang yang mengajak dan menyeru manusia untuk menyembah dirinya walaupun mereka tidak menyembahnya, sebagaimana yang dilakukan oleh Fir’aun yang memaksa orang lain untuk menganggapnya sebagai tuhan yang harus disembah.
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿٢٣﴾ فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. (QS. An-Nazi’aat [79]: 23-24).
- Orang yang mengakui mengetahui sesuatu hal yang ghaib, padahal Allah SWT sudah menegaskan bahwa hanya Dialah yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, dan tidak ada seorangpun dari makhluk-Nya yang mengetahui yang ghaib kecuali yang dikehendaki-Nya.
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّـهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml [27]: 65).
- Orang yang berhukum kepada selain hukum Allah SWT. Berhukum dengan hukum yang bersumber dari ajaran Allah SWT adalah bagian dari konsep ketauhidan kepada Allah SWT. Oleh karena itu para pembuat dan pelaksana hukum yang bersumber dari selain hukum Allah SWT adalah para thagut yang dianggap dan disetarakan dengan Tuhan oleh para pengikutnya. Allah SWT. berfirman:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّـهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَـٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. al-Taubah [9]: 31).
Dalam ayat ini, Allah SWT menyebut orang-orang yang membuat hukum sebagai tuhan-tuhan yang telah membuat aturan dan syariat menyamai Allah SWT dan Allah menyebut orang-orang yang mengikuti mereka sebagai hamba-hamba mereka karena mereka mentaati dan mengikuti mereka dalam menantang dan melawan hukum-hukum Allah SWT.
Itulah yang dimaksud dengan thagut dan macam-macamnya. Semoga kita termasuk yang dijauhkan Allah SWT dari menyembah para thagut atau menjadi thagut itu sendiri. Amiin. Wallahu a’lam bish shawab.*
