Solusi untuk Lima Perusak Cahaya Hati

Oleh KH Bachtiar Nasir
بسم الله الرحمن الرحيم
Kematian adalah kehidupan abadi, karenanya perjalanan menuju Allah yang ikut adalah kalbu kita. Jangan sampai ada yang menodai kalbu kita.
Sebelumnya kita sudah pelajari ada lima hal perusak cahaya hati, pertama bergaul dengan banyak orang. Kedua, panjang angan-angan. Ketiga, bergantung kepada selain Allah. Keempat, makan berlebihan. Kelima, banyak tidur.
Kelima perusak cahaya hati satu sama lain saling berkaitan. Lima hal itu membuat mata rantai yang menyebabkan rusaknya hati secara bertahap.
Secara sosial, lingkungan kita membentuk perilaku, maka banyak bergaul akan mengubah kebiasaan kita.
Secara psikologi, pikiran kita menentukan kebiasaan kita. Kebiasaan ini akan mempengaruhi emosi dan ketergantungan.
Secara neurosains, makanan dan tidur mempengaruhi kualitas fokus dan pengendalian diri.
Jika satu saja unsur perusak tersebut masuk, maka empat yang lainnya akan bisa masuk juga. Jika salah satu dijaga dan dihindari, maka akan terhindar juga empat penyebab lainnya.
Banyak bergaul adalah awal masuknya semua kerusakan. Pergaulan yang hanya mengikuti kata hati akan melalaikan kita dan hilang fokus. Tanpa disadari akan menyerap energi negatif dan terpengaruh pada norma yang buruk. Emosi, perilaku, dan kebiasaan akan menular dari satu orang ke orang lainnya.
Bila seseorang lalai, maka akan muncul angan-angan, muncul juga harapan dan ketergantungan kepada manusia. Jika ketemu banyak teman akan banyak makan-makan, lalu banyak tidur karena kelelahan.
Suka atau tidak suka, kita akan menyerap energi dari orang sekitar kita, baik energi positif atau negatif.
Solusi untuk hal ini adalah selektiflah dalam pergaulan, perbanyak waktu menyendiri untuk beribadah dan ingat kepada Allah. Hadirkan suasana ruhani, hindari percakapan yang tidak bermanfaat.
Kita hidup di dunia mau tidak mau memang harus bergaul. Tetapi harus selektif memilih teman. Bertemu dengan orang-orang saleh
Kalau terpaksa berinteraksi dengan orang lain dan ingin terhindar dari semua energi negatif, banyak bertasbih.
Panjang angan-angan akan memiliki ketergantungan kepada manusia. Makan menjadi berlebihan karena kalah terhadap hawa nafsu. Lalu membuatmu banyak tidur karena kelelahan.
Solusinya adalah, hidupkan rasa kedekatan dengan ajal, biasakan amal kecil tetapi rutin, melatih disiplin dengan target-target harian: Makrifatullah, Rahmatullah, Maghfirotullah, Mahabatullah, dan Ridhotullah.
Banyak bergantung kepada selain Allah, inilah inti dari penyebab kerusakan hati. Hubungannya dengan penyebab rusaknya hati yang lain, inilah kerusakan terbesar.
Bila empat perusak hati lainnya dihentikan, masih juga bisa tergantung pada makhluk. Akibatnya hati terguncang, imannya lemah jika bergantung kepada selain Allah.
Ketergantungan semacam ini menyebabkan kecemasan, ketakutan ditolak, dan gangguan emosi lainnya. Bila emosi terganggu bisa membuat banyak makan sebagai pelarian. Bisa juga pelarian pada banyak tidur, atau pelarian pada hal yang tidak bermanfaat.
Inti kekuatan kita adalah bergantung kepada Allah.
Solusi adalah agar tidak bergantung kepada selain Allah, banyak doa, bertawakal kepada Allah.
Senantiasalah berdoa
حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung. (surah At-taubah ayat 129)
Putus harapan terhadap makhluk dan terus pupuk harapan hanya kepada Allah. Cintai Allah lebih dari makhluk.
Jadikan ujian sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Makan berlebihan akan mengurangi ketaatan kepada Allah, karena berat melakukan ibadah. Terlalu banyak bergaul akan menyebabkan banyak makan juga.
Solusi jika makan berlebihan, tetapkanlah dan biasakan sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk nafas.
Perbanyak puasa sunah dan hindari makan karena emosi (emotional eating)
Banyak tidur adalah penyempurna kerusakan hati. Inilah hasil dari banyak makan dan pelarian dari kekecewaan, akibat dari angan-angan panjang karena terlalu banyak bergaul.
Sleep behavior, pelarian pada banyak tidur. Akibat banyak tidur bisa mengurangi keberkahan dan menjadi futur atau malas.
Tidur setelah Ashar dan setelah Subuh banyak mudharatnya, kecuali bagi orang-orang sakit.
Solusinya adalah, hindari tidur terlalu malam, tidurlah pada awal malam atau pertengahan pertama dari malam. Jangan tidur setelah Subuh, sebab akan mengurangi keberkahan, dan bangunlah sebelum fajar.