Sayangilah Dirimu Sebelum Waktunya Habis

Oleh KH Bachtiar Nasir
Sekarang kita masih berada di Bulan Rajab. Sampai hari Senin pekan depan atau tanggal 19 Januari, sudah habis waktu Rajab. Kemudian masuk Bulan Sya’ban.
Ada peringatan Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36, bahwa maksiat yang di lakukan Bulan Rajab dan bulan-bulan suci lainnya adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri.
Seorang pelaku maksiat sejatinya sedang menzalimi dirinya sendiri. Maka sayangilah dirimu selama masih ada waktu penangguhan.
Berjuanglah di Bulan Rajab ini selama masih ada waktunya.
Bocoran ayat 36 Surah At-Taubah, ingatlah untuk tidak menzalimi diri sendiri.
فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ
Maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan haram)
Maksiat bukanlah bentuk keberanian, tetapi kezaliman terhadap diri sendiri. Karenanya jangan lukai wajahmu di hadapan Allah. Misalnya mendapat rezeki dari Allah dipakai buat maksiat, digunakan untuk menentang Allah.
Luka maksiat ibarat seperti menggaruk koreng, akan susah sembuh penyakit maksiatnya.
Luka maksiat dimulai dengan kerasnya hati. Iman yang melemah dan hidup yang kurang keberkahan itu karena dosa-dosa akibat maksiat.
Jika imannya bagus, hati dan lisannya dijaga, kita akan dijaga oleh Allah.
Ada doa biar selalu cinta sama kebaikan:
اللَّهُمَّ حَبِّبَ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِنَا وَكَرَّهَ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ
“Ya Allah jadikanlah kami mencintai keimanan dan jadikanlah keimanan itu indah di hati kami serta jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Dan jadikanlah kami termasuk golongan yang meniti jalan yang lurus.”
Tetapi kalau hati dan iman tidak terjaga, kita akan terseok-seok. Meski berzikir, beban terasa masih berat.
Allah dengan rahmat-Nya masih memberikan penangguhan waktu sampai pekan depan di mana Bulan Rajab berakhir.
Inilah waktunya untuk sadar, kesempatan untuk kembali, dan peluang untuk memperbaiki diri.
Mintalah kepada Allah, agar hati kita dikuatkan tidak berpaling dari Allah,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ ٨
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (Surah Ali Imran ayat 8)
Mumpung masih ada waktu, masih ada kesempatan untuk sadar. Selama pintu taubat masih terbuka, Allah masih memberi kita harapan.
Menunda taubat berarti membuka peluang tertutupnya pintu taubat. Bulan-bulan haram menjadi pengingat keras sekaligus lembut.
Penyakit hati yang terus dilakukan lama-lama bisa menjadi kebiasaan.
Senantiasalah berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan inti sebelum waktu kita habis:
1. Jika belum mampu menambah amal maka jangan menambah dosa.
2. Jika langkah terasa berat, kurangi beban maksiat.
3. Jika hati terasa berat, segerakan bertobat, karena taubat adalah cahaya terdekat.