Momentum Menyalakan Semangat tetapi Istikamah Menjaga Cahaya
Oleh KH Bachtiar Nasir
Hari ini, 15 Muharram 1448 H adalah hari terakhir puasa ayamul bidh atau tengah bulan bagi yang mengerjakannya.
Rasulullah bersabda,
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)
Puasa sunah ini membangun sistem hidup agar kita istikamah dalam keadaan hari-hari biasa.
Bagaimana menjaga hidup yang istikamah?
Allah mengajarkan doa dari Surah At-Tahrim ayat 8:
تْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Surah At-Tahrim ayat 8)
Dari doa tersebut kita mengetahui, hal penting yang kita minta kepada Allah adalah cahaya. Bayangkan jika kita berada di ruang tanpa cahaya. Mungkin itu bisa kita lewati, tetapi bagaimana jika hidup tanpa cahaya iman? Kehidupan gelap yang lalai, kehidupan yang gelap tanpa petunjuk, kehidupan yang tidak ada cahaya.
Di pertengahan bulan ada bulan purnama bersinar, tetapi hati kita harus terang benderang dengan Al-Qur’an, hati kita harus terang dengan istikamah.
Muharram akan berlalu, ayamul bidh akan berlalu, tetapi jangan sampai iman kita berlalu dari hidup kita.
Lakukan amal-amal harian. Jangan lupa tilawah setiap hari, minimal 10 menit saja itu ukuran orang yang malas.
Jangan lupa zikir pagi dan petang yang menjadi tambahan lain cahaya hati kita. Dan kalau ingin rezekinya terjamin, jangan lupa sedekah harian. Itulah segitiga lantabbur.
Hidup adalah perdagangan yang tidak akan merugi jika sudah shalat, tilawah, dan sedekah. Apalagi jika diperkuat dengan shalat-shalat sunah untuk menutup shalat wajib. Apalagi dilengkapi dengan adab dan akhlak, menjaga hati dan lisan.
Perubahan besar dimulai dengan amal yang kecil yang dilakukan terus menerus secara istikamah.
Bayangkan jika kita punya bisnis atau usaha, awalnya memang susah hanya mendapatkan sedikit keuntungan. Tetapi kalau ditekuni, lama-lama keberkahan tidak bisa kita duga datangnya. Berlipat-lipat. Begitulah pahala kualitas hidup yang harus kita jaga.
Kata kunci kita hari ini: momentum menyalakan semangat tetapi istikamah menjaga cahaya.
Ya Allah, sempurnakan cahaya kami, ampuni dosa-dosa kami, tetapkan hati kami di jalan-Mu, jagalah cahaya kami. Jadikan Muharram ini menjadi momentum awal hidup menuju ridho-Mu.*
