KSP

Menyebarkan Konten Dakwah seperti Nabi Ibrahim 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Bismillahirrahmanirrahim,

Keberkahan Waktu Pagi

Orang-orang beriman selalu optimis mengawali harinya. Seperti pagi Subuh ini, sudah mulai bergerak dengan segala aktivitasnya. Namun ada juga di waktu subuh yang berselimut di balik alasan untuk tidur kembali di pagi hari

Banyak dari kita yang ingin pagi harinya diberkahi dan alhamdulilah sudah mendapatkan ampunan Allah, maghfiratullah.

Bagi orang-orang yang mengonsumsi vitamin D itu bagus, tetapi Vitamin D dari sinar matahari itu luar biasa. Dan banyak orang yang sudah bertarung dengan kesibukannya sejak munculnya matahari pagi.

Sinar matahari bukan saja memberikan manfaat vitamin D. Tetapi energi matahari membuat ayam-ayam mencari makan, tumbuhan hidup, dan kegiatan manusia berlangsung.

Berbeda dengan orang-orang yang hidupnya mengikuti alur pergerakan alam yang mengejar sejak pagi hari, orang yang bermalas-malasan tak mendapatkan nikmat itu.

Ketahuilah, ukuran sukses kita di mata Allah dan para Nabi dan Rasul sebagai makhluk ibadah, ukurannya adalah ibadah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Sebab, tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah.

Jalan Dakwah Seperti Nabi Ibrahim

Kehidupan yang fana dan serba fatamorgana yang menipu ini, bersyukurlah jika sejak muda berada di wilayah sebagai pejuang dakwah.

Dalam dunia pejuang dakwah bukan saja berdakwah tetapi juga sebagai manusia yang mengajak manusia untuk beribadah.

Kata Allah kepada Nabi Ibrahim, “Serulah manusia hai Ibrahim untuk berhaji.” Ini adalah konten berupa ajakan kepada seluruh manusia untuk beribadah, yakni ibadah haji. Allah merespon dengan cara memenuhi kalbu-kalbu manusia dengan panggilan ke tanah suci.

Nabi Ibrahim ketika menyebarkan konten Surah Al-Hajj ayat 27,

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ ۝٢٧

(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.

Seruan Inilah yang merupakan salah satu konten dakwah Nabi Ibrahim.

Kita bisa meniru seperti Nabi Ibrahim di masa kini, dengan menyebarkan konten ayat yang seperti Nabi Ibrahim lakukan.

Dalam dakwah lewat media sosial, tidak perlu mengharap like dan komentar pujian. Prinsipnya adalah penyampaian risalah yang dibawa oleh Nabi dan Rasul.

Nabi Ibrahim tidak ditarget agar banyak orang yang berhaji. Tugasnya hanya menyampaikan risalah Allah, dan Allah yang akan mengatur segalanya, sehingga sampai hari ini berbondong-bondong orang datang ke Baitullah untuk melaksanakan haji dan umroh.

Buatlah jalur seperti Nabi Ibrahim itu. Ikuti jalan algoritma orang sukses seperti Rasulullah dan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Ketika konten yang kita sampaikan jelas sanad dan dalilnya, tidak perlu ragu. Allah-lah yang akan mencarikan jalannya.

Seperti seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam atas perintah Allah agar menyerukan seluruh umat manusia melaksanakan ibadah haji, “Serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Allah-lah yang mengetuk kalbu-kalbu manusia dari segala penjuru untuk datang melaksanakan haji dan umroh di Baitullah.

Dalam ayat 27 Surah al-Hajj disebutkan urutan orang-orang yang datang menempuh perjalanan ke Baitullah. Pertama adalah pejalan kaki yang menuju Baitullah. Kenapa mereka disebut lebih dulu? Yang merespon panggilan Nabi Ibrahim Alaihissalam saat itu Mekkah berupa lembah. Urutan kedua adalah yang mengendarai unta yang kurus. Ini menggambarkan jauh dan sulitnya perjalanan yang harus dilalui menuju Baitullah untuk memenuhi panggilan Allah lewat Nabi Ibrahim.

Jadilah penyebar konten dakwah 

Kita jangan menjadi konsumen di media sosial yang hanya menonton dan menikmati saja.

Jadilah pelaku penyebar konten yang menyampaikan risalah Allah. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Exit mobile version