KSPTadzkirah

Mempersiapkan Bejana Hati untuk Lailatul Qadar

Oleh KH Bachtiar Nasir

Tanpa terasa sekarang sudah tanggal 22 Sya’ban. Dalam hitungan sepekan lagi , kita akan memasuki waktu di mana lipatan-lipatan pahalanya berlipat besar.

Seperti yang Allah sebutkan dalam Surah Laitul Qadar :

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (Surah Al-Qadr: ayat 1-5)

Mempersiapkan bejana hati 

Bejana dalam hati kita juga harus kita persiapkan dengan kalbun salim atau hati yang selamat : selamat dari syirik, nifaq (munafik), riya’ ujub, dendam, benci, dan sebangsanya.

Marilah kita menjadi orang yang pantas menjadi kandidat hamba yang siap menjadi bejana untuk ditempatkan di dalamnya asma-asma Allah dan firman-firman Allah.

Kalbun salim adalah hati yang layak didekati oleh malaikat. Karena itu perbanyaklah bertasbih pada pagi dan petang, agar bersih hati kita.

Caranya juga dengan membersihkan pikiran, persepsi-persepsi, hilangkan prasangka dan menyalahkan orang lain.

Berusaha keraslah memantaskan diri menuju Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah malam turunnya rahmat, malam yang penuh oleh malaikat, dan penuh dengan ampunan Allah.

Rahmat Allah turun kepada hati yang bersih, bukan hanya kepada tubuh yang terjaga. Karenanya dendam dan dengki harus dihilangkan.

Dengki itu seperti hewan monyet, yang senang jika melihat orang lain senang dan ingin orang tersebut kehilangan apa yang dia senangi.

Maka Allah berfirman kepada para malaikat, bahwa malam itu Allah akan berikan rahmat-Nya berupa malaikat. Kepada para malaikat diizinkan untuk memilih siapa saja yang sudah siap dan memantaskan diri, yang sudah menyiapkan bejana hati dengan kalbun salim.

Kalbun salim bukanlah hati yang tanpa luka, tetapi ia sudah bersih dari segala penyakit hati seperti dendam, iri, dengki.

Hakikat dendam menurut ulama tazkiyatunnafs, adalah penyakit hati yang diibaratkan racun yang menghalangi doa-doa.

Dengki adalah dendam yang menghalangi naiknya ruh kepada Allah.

Dendam ibarat luka dan sampah yang terus disimpan dan lama kelamaan menjadi busuk. Hatinya dingin tanpa rasa dan ibadahnya kering tanpa makna.

Menjelang Ramadhan ini, mari persiapkan hati yang selamat dari sirik, riya’, nifaq, fusuq (perbuatan maksiat, melanggar syariat, atau perilaku menyimpang dari ketaatan kepada Allah), hati yang selamat dari dosa-dosa besar.

 

Inilah momen yang pas di akhir-akhir bulan Sya’ban untuk mempersingkat Lailatul Qadar.

Exit mobile version