KSP

Mana yang lebih didahulukan, puasa qodho atau puasa Syawal?

Oleh KH Bachtiar Nasir

Banyak pertanyaan dari kita, terutama kaum muslimah, mana yang mesti didahulukan: bayar hutang atau qodho puasa Ramadhan atau puasa enam hari Syawal. Ini dikarenakan waktu Syawal terbatas hanya satu bulan. Dan sebagian besar kaum muslimah masih punya hutang puasa Ramadlan disebabkan periode bulanan atau karena sakit.

Kita lihat hadits-nya:

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”

Keterangan: perawi: Abu Ayyub al-Ansari. Sumber: Sahih Muslim no. 1164. Status: Hadits shahih.

Makna singkat:

Pahala puasa Ramadhan (30 hari) dilipatgandakan menjadi 300 hari (karena satu kebaikan dilipatkan 10 kali), ditambah puasa 6 hari Syawal (setara 60 hari), sehingga totalnya 360 hari—seakan berpuasa setahun penuh.

Skala prioritas 

Perlu kita ketahui, bahwa kewajiban tidak boleh ditinggalkan kecuali untuk kewajiban yang lain.

Dalam hal ini menurut kaidah hadits di atas, tuntaskan dulu puasa qodho Ramadhan, karena ini puasa wajib. Setelah tuntas, barulah puasa sunah enam hari Bulan Syawal.

Kesimpulan akhir menurut para ulama, dalam konteks analisa fiqihnya, dipisahkan antara niat puasa Ramadhan dan puasa sunah Syawal.

Niat tersebut dipisahkan jika waktunya masih memungkinkan.

Hari ini misalnya tanggal 12 Syawal, masih mungkin dari sisi waktu untuk menjalankan puasa qodho dulu sebelum melakukan puasa sunah Syawal.

Namun jika misalnya seseorang dalam keadaan lemah fisik (sakit), atau kerja keras yang sulit situasinya (pekerja tambang, tentara yang menjaga perdamaian, dan sebagainya), atau waktu Syawal hampir habis, maka dibolehkan menggabungkan niat. Tetapi niat utamanya adalah puasa qodho. Ini adalah pendapat sebagian ulama agar kita tidak kehilangan momentum Syawal. Tetapi juga tetap memprioritaskan membayar hutang puasa wajibnya lebih dulu, sehingga puasa qodho tertunaikan, dan mendapatkan pahala sunah puasa syawalnya. Ini adalah salah satu ruksyoh atau keringanan dari Allah, karena alasan uzur syar’i.

Kalau dari kacamata kesempurnaan, ini sama saja dengan menyalahi prioritas untuk mendapatkan dua pahala sekaligus.

Artinya, untuk mendapatkan pahala sempurna adalah lakukan dulu kewajiban puasa Ramadhan 30 hari, kemudian barulah ditambah dengan 6 puasa Syawal.

Kalau melaksanakan puasa qodho, kesempurnaannya adalah puasa penuh Ramadhan. Namun karena dikerjakan pada bulan Syawal, dia mendapatkan keutamaan puasa di bulan Syawal.