Jadilah Penulis Terbaik Catatan Amal

Oleh KH Bachtiar Nasir
Memasuki awal tahun 2026, mari tulislah buku amal dengan tulisan terbaik. Editlah buku catatan harianmu yang akan menjadi masterpiece catatan di akhiratmu kelak.
Berbahagialah bagi yang bisa menjadi penulis dan editor terbaik catatan amal dirinya.
Dalil tentang ini, lihat Surah Al Kahfi ayat 49:
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًاࣖ ٤٩
Artinya:
Diletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.” Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.
Inti pada ayat di atas yang kita bahas di sini adalah وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ, mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis).
Setiap orang sudah ada catatan amalnya, orang-orang yang berdosa akan ketakutan melihat apa yang tertulis di dalamnya. Setelah mereka melihat catatan amalnya, mereka berkata “Celakalah kami, kitab apa ini? Kenapa catatan ini tidak meninggalkan hal besar dan kecil, semuanya tercatat dan terlihat, tidak ada yang terlewat sedikit pun.” Dan mereka dapati apa yang mereka kerjakan semua tertulis pada buku catatannya.
Jadilah penulis terbaik catatan-catatan amal kita masing-masing.
Mereka, orang-orang yang buruk catatan amalnya akan menyesal dan berkata, “Aduhai celakanya!” Dan Tuhan tidak menzalimi siapa pun. Manusialah yang menzalimi dirinya sendiri.
Mari kita beristighfar,
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu dan ikrar-Mu (untuk taat) semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Semoga beristighfar menjadi gaya hidup kita, di mana malam dan siang senantiasa bibir basah dengan zikir mengingat Ar-Rahman. Bagi siapa saja yang tidak berzikir, Allah akan mengirim setan untuk mengisi waktu-waktunya.
Kehidupan adalah naskah yang sedang ditulis. Kata orang, dunia adalah panggung sandiwara. Tetapi hakikatnya adalah kehidupan itu naskah hidup kita yang sedang kita tulis.
Kita bukan sedang sekadar menjalani hidup, tetapi kita juga sedang menulis catatan-catatan bab-bab hidup kita. Apakah kita siap menunjukkan kepada Allah kelak, jika diisi dengan kelalaian-kelalaian? Apa yang kita tanam adalah apa yang akan kita panen di akhirat nanti, sebab proses tidak akan mengkhianati hasil.
Di Hari Pembalasan kita adalah orang pertama yang akan bersaksi atas catatan-catatan amal kita sendiri.
Kesimpulannya, menjadi penulis terbaik untuk catatan amal terbaik, berarti hiduplah dengan penuh kesadaran, perhatian dan kebaikan kepada orang lain sebenarnya adalah hadiah yang kita persiapkan untuk diri kita sendiri di masa depan.
