Ayah Itu Penting, Banget!

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
ADA satu fakta menarik dalam Al-Qur’an yang sering kita lewatkan. Dari 17 dialog antara anak dan orang tua, ternyata 14 di antaranya adalah dialog anak dengan ayah. Hanya dua yang menunjukkan dialog anak dengan ibu, dan satu lagi tidak dijelaskan dengan siapa dialog itu terjadi. Angka ini bukan sekadar hitungan, tapi pesan.
Pesan bahwa sosok ayah punya peran besar dalam membentuk anak.
Hari ini kita sering gelisah melihat perilaku anak-anak dan remaja, salah menempatkan keberanian, nyali dipakai untuk hal-hal yang keliru, gampang tersulut emosi, sampai terjebak dalam kekerasan dan geng-gengan. Bukan untuk menghakimi siapa pun, tapi ini jadi alarm bersama, jangan-jangan anak-anak kita kekurangan peran ayah dalam hidupnya.
Ibu dan ayah itu sama-sama penting, tapi tugasnya beda. Dari ibu, anak belajar cinta. Anak mengenal kasih sayang, kelembutan, dan bagaimana mengelola perasaan. Ibu mengajarkan rasa.
Sementara dari ayah, anak belajar makna. Ayah mengajarkan keberanian yang benar, bukan nekat, tapi berani membela yang benar. Dari ayah, anak belajar tegas, belajar sabar, belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dari ayah pula, anak belajar apa arti menang yang sesungguhnya.
Buat para ayah, ada pesan yang patut direnungkan. Peran ayah bukan cuma soal mencari nafkah atau hadir secara fisik di rumah. Cara ayah berbicara, bersikap, dan memperlakukan keluarga akan membekas dalam diri anak sampai dewasa.
Terutama pada anak perempuan. Kalau ingin tahu seperti apa peran ayah dalam hidupnya, lihat nanti siapa yang ia pilih sebagai pasangan. Apakah ia mencari sosok yang mirip ayahnya, atau justru yang sangat berbeda darinya.
Karena ayah bukan hanya kepala keluarga. Ayah adalah penunjuk arah. Dan arah itu akan diingat anak, lama setelah ia tumbuh besar.*