UBN Kenang Peran Sheikh Hamad Lahirkan Al Jazeera

JAKARTA — Cendekiawan Muslim yang juga Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada usia 74 tahun.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya turut berduka atas wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, melimpahkan rahmat-Nya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar UBN dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Menurut UBN, Sheikh Hamad merupakan salah satu tokoh yang membawa perubahan besar bagi Qatar sekaligus memberikan kontribusi penting bagi dunia Islam melalui kebijakan-kebijakannya di bidang diplomasi, pendidikan, dan media.
“Beliau telah meletakkan fondasi penting yang menjadikan Qatar memiliki peran strategis di tingkat internasional. Warisan kepemimpinannya tidak hanya dirasakan rakyat Qatar, tetapi juga memberi pengaruh bagi dunia Islam,” kata UBN yang juga Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) itu.
Di tingkat internasional, Sheikh Hamad dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam lahir dan berkembangnya jaringan televisi Al Jazeera. Pada pertengahan 1990-an, setelah layanan siaran berbahasa Arab BBC ditutup akibat persoalan sensor pemberitaan, ia merekrut sejumlah jurnalis Arab dan mendukung pendirian Al Jazeera dengan investasi awal sekitar 150 juta dolar AS.
Kepemimpinan Al Jazeera kemudian dipercayakan kepada sepupunya, Sheikh Hamad bin Thamer Al Thani. Sejak berdiri, media tersebut berkembang menjadi salah satu jaringan berita paling berpengaruh di dunia Arab dengan pendekatan pemberitaan yang relatif lebih independen dibandingkan banyak media regional pada masanya.
Nama Al Jazeera semakin dikenal dunia setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Stasiun televisi itu menjadi salah satu media yang menayangkan rekaman pernyataan Osama bin Laden sehingga menarik perhatian publik internasional sekaligus menuai kritik, terutama dari pemerintah Amerika Serikat, yang menilai pemberitaan Al Jazeera pada masa perang Irak dan konflik Palestina kerap memberikan ruang bagi sudut pandang yang berbeda dari narasi Barat.
UBN menilai, terlepas dari berbagai kontroversi yang menyertai perjalanan Al Jazeera, kontribusi Sheikh Hamad dalam membangun Qatar sebagai negara yang memiliki pengaruh global patut dikenang.
“Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dalam memperkuat diplomasi, pendidikan, dan media. Semoga segala amal baiknya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi para pemimpin Muslim untuk terus membangun kemaslahatan umat,” ujar UBN.*
