UBN Kecam Serangan Israel terhadap Armada Kemanusiaan, Ajak Masyarakat Hadir 7 Oktober

JAKARTA–Ulama nasional dan aktivis pro-Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan militer Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Armada yang membawa bantuan untuk warga Gaza itu dilaporkan diserang dengan gas kimia, water cannon, dan kekerasan fisik oleh pasukan Israel di perairan internasional.
“Para pejuang Global Sumud Flotilla tidak membawa senjata. Yang mereka bawa hanyalah obat-obatan, makanan, air minum, serta perlengkapan bayi dan perempuan. Tapi yang menyambut mereka justru serangan kimia dan kekerasan tanpa nurani,” ujar UBN dalam pernyataannya, baru-baru ini di Jakarta.
UBN menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional dan mendesak komunitas global untuk tidak berdiam diri. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap seruan Presiden Prabowo Subianto agar sikap Indonesia di forum internasional diwujudkan dalam langkah nyata membela kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina.
“Pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional ini tidak boleh dibiarkan. Kita mendukung seruan Presiden Prabowo agar sikap Indonesia di forum dunia benar-benar diwujudkan nyata,” tegas Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.
Selain itu, UBN mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menghadiri aksi damai nasional pada 7 Oktober 2025.
“Dan kepada seluruh rakyat Indonesia, hadirlah 7 Oktober! Mari kita satukan kekuatan bersama, sehingga Allah membuka jalan bagi para pejuang, seperti Ia membukakan jalan bagi Nabi Musa menembus lautan,” seru UBN.
Serangan terhadap armada Global Sumud Flotilla telah memicu kecaman dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia. Armada tersebut diketahui membawa ratusan aktivis dari berbagai negara yang berupaya menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza.*