Berita

Maulid Nabi di NTT, UBN Ingatkan Korban Bencana untuk Bersabar dan Tak Kehilangan Harapan

REO, NTT — Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengingatkan masyarakat terdampak bencana agar tetap bersabar dan tidak kehilangan harapan kepada Allah SWT. Menurut dia, ujian merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT, sementara kabar gembira bagi orang-orang yang mampu bersabar juga merupakan janji-Nya.

Pesan tersebut disampaikan UBN saat memberikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Masjid Besar Nurul Huda, Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 hingga 500 jamaah. Mereka antara lain masyarakat terdampak bencana serta sejumlah tokoh masyarakat.

Mengawali tausiyah, UBN mengajak jamaah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ia juga mengajak masyarakat memohon kepada Allah SWT agar menurunkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada mereka yang sedang menghadapi musibah.

UBN kemudian mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak dijanjikan selalu berjalan tanpa kesulitan. Allah SWT telah memberikan kabar bahwa manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian, termasuk rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan hasil kehidupan.

Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya:

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).

Menurut UBN, ayat tersebut tidak hanya berbicara mengenai ujian yang dihadapi manusia. Pada bagian yang sama, Allah SWT juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.

Karena itu, UBN mengingatkan masyarakat terdampak bencana agar tidak kehilangan harapan meskipun sedang menghadapi kondisi sulit.

Musibah, kata UBN, dapat menyebabkan kerusakan bangunan maupun hilangnya harta benda. Namun, kondisi tersebut tidak boleh sampai meruntuhkan keyakinan seorang hamba kepada Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan sebagai penguatan bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit dan menata kembali kehidupan setelah bencana. Kesabaran dan keteguhan iman diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk menghadapi masa pemulihan.*

Exit mobile version