Berita

Khotbah Jumat, KH Bachtiar Nasir: Menjadi Pribadi Ikhlas dan Bebas dari Pinjol serta Judi Online

JAKARTA–Pada khotbah Jumat yang berlangsung di Masjid AQL Islamic Center, Tebet Utara I, Jakarta Selatan (28/06/2024), KH Bachtiar Nasir mengangkat tema “Menjadi Pribadi Ikhlas”.

Dengan antusias, UBN sapaan karibnya menyampaikan pesan-pesan penting mengenai keikhlasan dalam beramal kepada jemaah shalat Jumat.

UBN memulai khutbah dengan mengutip ayat dari Al-Qur’an, Surat An-Nisa [4]: 164: “Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.”

UBN menekankan bahwa tidak semua kisah Nabi dan Rasul diceritakan kepada kita. Namun, ketidaktahuan kita tentang mereka tidak mengurangi kemuliaan mereka di sisi Allah. Begitu pula, ketidakdikenalan kita di antara manusia tidak akan mengurangi nilai amal kita di sisi-Nya.

“Keikhlasan mereka kepada Allah akan selalu berharga dalam pandangan Allah, meski nama mereka disebut atau tidak oleh Allah,” ujar UBN.

UBN kemudian mengutip dari kitab “Rasa’il min al-Qur’an” karya Adham Syarqawi, yang menyebutkan bahwa: “Jika orang-orang tidak mengetahui keutamaanmu, jangan bersedih. Cukup bahwa Allah mengetahui siapa dirimu! Tidak akan menambah apapun dalam timbangan Nabi Nuh ‘alaihis salam bahwa kita mengenalnya, dan tidak akan mengurangi apapun dalam timbangan para nabi yang tidak diberitahukan Allah kepada kita karena kita tidak mengetahuinya.”

UBN menegaskan ini adalah pelajaran penting bagi kita untuk tetap berbuat baik dan ikhlas, walaupun tidak ada yang menyaksikan atau mengetahui perbuatan kita selain Allah.

Di samping itu, Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini juga menuturkan sebuah kisah inspiratif dari pasukan Harun al-Rasyid.  Terdapat dua puluh ribu pejuang yang nama-namanya tidak ditulis dalam daftar tentara, sehingga mereka tidak menerima gaji agar tidak ada yang mengetahui mereka kecuali Allah.

“Ini menunjukkan betapa mereka mengutamakan keridhaan Allah daripada pengakuan manusia,” jelasnya.

Di sela-sela khotbah, KH Bachtiar Nasir juga mengingatkan anak-anak yang sekolah sampai kuliah dan mendapat nilai bagus, supaya bersyukur kepada Allah dan dalam waktu yang sama, jangan sampai melalaikan.

Terlalu berbangga diri hingga memamerkannya, akan jatuh pada riya dan bisa menghapus amal. Cukup orang tua yang tau serta dirinya. Dengan ini, maka akan mendapat pahala birrul walidain (berbakti kepada kedua orangtua) dan atas keikhlasannya.

Selain itu, dalam kesempatan yang penuh berkah ini, Pimpin AQL Islamic Center ini juga menyinggung kasus yang marak terjadi di Indonesia seperti pinjol (pinjaman online) dan judi online (judol).

“Orang kalau tidak ikhlas dalam hidupnya, ambil pinjol supaya menang judi, atau ambil pinjol gara-gara kalah judi atau ikut judi karena untuk bayar pinjol,” tandasnya.

Orang seperti ini,  lanjut UBN, adalah termasuk yang dikuasai hawa nafsu.

Dalam khotbahnya ini, selain menyebut kasus juga memberi solusi. “Obat bagi siapa yang ingin keluar dari pinjol dan judi online, mulai hari ini belajarlah menjadi pribadi yang mengutamakan keikhlasan. Lakukan kerjaan terbaik karena Allah. Jangan sampai menjadi orang yang gampang hutang dalam hidup. Tidak usah beli kalau tidak mampu; buat apa penampilan mentereng kalau pada akhirnya banyak hutang,” ungkap UBN.

Di akhir khutbah pertama, ada pesan menarik yang disampaikan Sekjen MIUMI ini. “Kalau ingin berubah menjadi orang yang mulia menjadi orang yang bahagia, menjadi orang-orang yang betul-betul tenang dalam hidup, senantiasalah memelihara keikhlasan kita kepada Allah SWT.”

Dalam khutbah kedua, KH. Bachtiar Nasir melanjutkan dengan mengisahkan teladan keikhlasan dari Abdullah bin Mubarak. Salah satu kisah yang mencerminkan sifat luhur Abdullah bin Mubarak adalah ketika beliau secara sembunyi-sembunyi membantu seorang pemuda yang terlilit utang besar.

Meskipun melakukan kebaikan besar ini, Abdullah bin Mubarak tidak pernah mencari pujian atau pengakuan atas perbuatannya. “Keikhlasan Ibnu Mubarak dalam beramal mengingatkan kita akan pentingnya bertindak tanpa mengharapkan imbalan atau penghargaan dari orang lain,” katanya.

KH. Bachtiar Nasir dalam khutbah kedua juga mengajak jemaah untuk selalu menjaga keikhlasan dalam setiap amal. “Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang ikhlas, yang selalu mencari keridhaan Allah dalam setiap amal kita, meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui atau mengakui perbuatan kita.”

Melalui berbagai kisah teladan, UBN menginspirasi jama’ah untuk tetap berbuat baik dan ikhlas, meski tanpa pengakuan dari manusia. Yang tidak kalah penting, menjadi pribadi yang ikhlas juga menjadi solusi agar seseorang bisa terlepas dari judi online dan pinjaman online.

Melalui kisah Ibnu Mubarak, KH. Bachtiar Nasir juga mengingatkan untuk membantu orang yang terlilit utang. Meski demikian, bukan berarti asal bantu seperti misalnya orang yang terlilit judi online. Demikian halnya kepada orang yang terlilit utang pinjol. Bantuan diberikan hanya kepada mereka yang benar-benar tobat dan tak mau mengulanginya lagi. Dalam penutup khotbah, KH. Bachtiar Nasir berharap, “Semoga Allah Ta’ala kuatkan kita menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas dan siap membantu dengan ikhlas.” (MBS)

Exit mobile version