KH Bachtiar Nasir Raih 100th Gontor Awards Kategori Pendakwah Perkotaan

PONOROGO — Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan penghargaan kepada KH Bachtiar Nasir dalam ajang 100 Gontor Awards pada puncak peringatan satu abad Gontor. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dalam kategori Pendakwah Perkotaan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah alumni Gontor yang terus berkontribusi di tengah masyarakat. Bachtiar Nasir merupakan salah satu alumni Gontor yang aktif dalam bidang dakwah, khususnya di lingkungan perkotaan.
Penganugerahan 100th Gontor Awards berlangsung dalam rangkaian Reuni Akbar Alumni Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Ahad (20/9/2026). Momentum tersebut menjadi bagian dari puncak rangkaian peringatan 100 tahun Gontor.
Reuni Akbar mempertemukan ribuan alumni Gontor dari berbagai generasi dan daerah. Mereka kembali ke almamater untuk mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan di pondok.
Selain KH Bachtiar Nasir, 100th Gontor Awards diberikan kepada sejumlah alumni lainnya atas kiprah dan kontribusi mereka di berbagai bidang. Penghargaan tersebut menggambarkan beragam medan pengabdian alumni Gontor di tengah masyarakat.
Kiprah alumni tidak hanya berlangsung dalam bidang dakwah, tetapi juga pendidikan, sosial, ekonomi, pemerintahan, dan berbagai bidang lainnya. Nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pendidikan di pondok kemudian dibawa dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Puncak Peringatan Satu Abad
Reuni Akbar menjadi bagian dari rangkaian utama peringatan satu abad Gontor yang berlangsung pada 18–20 September 2026.
Rangkaian peringatan diawali dengan Khotmul Qur’an dan Sujud Syukur pada Jumat (18/9). Selanjutnya, keluarga besar Gontor menggelar Resepsi Kesyukuran pada Sabtu (19/9) yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Puncak rangkaian dilanjutkan dengan Reuni Akbar Alumni Gontor pada Ahad (20/9). Alumni dari berbagai generasi, daerah, profesi, hingga negara hadir dalam momentum tersebut.
Ketua Reuni Akbar 100 Tahun Gontor, Ahmad Suharto, sebelumnya menekankan peringatan satu abad Gontor bukan sekadar momentum nostalgia. Menurut dia, peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi alumni untuk mengevaluasi sejauh mana perjuangan dan pengabdian mereka masih sejalan dengan visi, misi, serta cita-cita para pendiri Gontor.
Dalam konteks itu, 100 Gontor Awards tidak semata menjadi seremoni penghargaan. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari refleksi atas kiprah alumni dalam meneruskan nilai-nilai pendidikan Gontor di tengah masyarakat.
Penghargaan kepada KH Bachtiar Nasir sebagai Pendakwah Perkotaan menjadi salah satu gambaran pengabdian alumni setelah kembali ke masyarakat. Kiprah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa medan pengabdian alumni Gontor berkembang di berbagai ruang kehidupan.
Menatap Abad Kedua
Peringatan satu abad Gontor juga menjadi momentum untuk menatap perjalanan pondok pada abad kedua. Keluarga besar Gontor diharapkan terus menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri di tengah perubahan dan tantangan zaman.
Reuni Akbar menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali bertemu dengan teman seperjuangan sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan pengabdian mereka.
Dengan demikian, peringatan satu abad Gontor tidak berhenti pada perayaan sejarah. Momentum tersebut diarahkan untuk memperkuat silaturahmi dan menyatukan langkah keluarga besar Gontor dalam melanjutkan pengabdian pada abad kedua.*