Berita

KH Bachtiar Nasir Nyalakan Semangat Keikhlasan Umat dalam Berdakwah

JAKARTA–Jum’at, 26 Juli 2024 di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, KH Bachtiar Nasir menyampaikan khotbah Jumat yang penuh makna dengan tema “Semangat Keikhlasan dalam Berdakwah”.

KH. Bachtiar Nasir adalah seorang ulama dan tokoh agama yang dikenal luas di Indonesia, dengan kiprahnya yang aktif dalam berdakwah tadabbur Al-Qur’an dan membina umat Islam.

KH Bachtiar Nasir mengawali khotbah dengan mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan. UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir menekankan bahwa shalat Jumat seharusnya menjadi momen untuk menambah volume ketakwaan. Bukan sekadar rutinitas yang tidak membawa perubahan dalam diri kita.

UBN mengajak jamaah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa, tanpa memanjakan diri dalam dosa-dosa kecil yang belum ditaubatkan.

UBN mengingatkan bahwa banyak orang yang harus mengalami siksa di kubur atau bahkan dicelupkan di neraka terlebih dahulu sebelum masuk surga karena kebiasaan buruk yang belum ditinggalkan hingga akhir hayat.

Oleh karena itu, UBN mengajak jamaah untuk benar-benar bertaubat dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Setelah itu, UBN menjelaskan bahwa keikhlasan adalah syarat utama dalam beribadah, termasuk dalam berdakwah.

UBN mengutip firman Allah SWT, “Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Ayat ini menunjukkan pentingnya keikhlasan dalam setiap ibadah yang kita lakukan. KH. Bachtiar Nasir juga menyoroti persoalan bangsa Indonesia yang kaya akan sumber daya alam namun masih banyak berhutang. UBN mengajak jamaah untuk memperbaiki bangsa ini dengan berdakwah yang ikhlas.

UBN menjelaskan bahwa dakwah tidak harus dilakukan dengan berbicara di mimbar atau majelis. Setiap orang bisa berdakwah dengan cara yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Misalnya, dengan mem-forward kalimat-kalimat atau video-video yang baik dan bermanfaat. Tidak perlu khawatir dengan jumlah follower atau likes, yang penting adalah keikhlasan dalam menyebarkan kebaikan.

UBN juga mengingatkan bahwa profesi apa pun bisa menjadi sarana dakwah jika dilakukan dengan niat yang ikhlas. Misalnya, seorang ahli desain grafis bisa berdakwah melalui karya-karya desain yang mengandung pesan-pesan Islami.

UBN mengutip kata-kata Abu ‘Utsman al-Maghribi tentang keikhlasan yang dinukil oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumiddin”: “Ikhlas adalah melupakan pandangan manusia dengan terus-menerus memandang kepada Sang Pencipta.”

UBN menekankan bahwa keikhlasan adalah kunci utama dalam berdakwah. Dengan ikhlas, seorang da’i akan tetap teguh dan sabar dalam menyampaikan dakwahnya meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti penolakan, cemoohan, atau bahkan ancaman.

Pada khotbahnya, KH Bachtiar Nasir juga menyentuh isu penting mengenai situasi di Palestina, khususnya di Gaza. UBN mengingatkan bahwa perang di Gaza telah berlangsung hampir 10 bulan. Para pejuang di Gaza, meskipun menghadapi banyak korban, tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi. Mereka terus mendapatkan tenaga baru yang siap menjadi syahid melawan penjajahan Israel.

UBN menyebutkan bahwa Israel semakin terpojok dan dunia internasional mulai kehilangan dukungan terhadap mereka. Bahkan, di Prancis dan Inggris, situasi politik saat ini tidak menguntungkan Israel.

KH Bachtiar Nasir menekankan bahwa meskipun situasi tampak merugikan umat Islam, pada hakikatnya Allah yang Mahatahu sedang melakukan pembusukan terhadap musuh-musuh-Nya. Ini adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar untuk umat Islam.

UBN juga mengingatkan jamaah tentang berbagai tantangan dalam berdakwah, termasuk ancaman dari ideologi-ideologi sesat seperti liberalisme, pluralisme, dan feminisme. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan tetap teguh dalam menyampaikan kebenaran, meskipun menghadapi berbagai rintangan.

UBN juga menyoroti bagaimana lembaga-lembaga dakwah bisa tersusupi oleh pemikiran-pemikiran yang menyesatkan. Oleh karena itu, dibutuhkan penerus dakwah yang ikhlas dan berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar.

KH Bachtiar Nasir menutup khotbah dengan doa dan harapan agar para jamaah, terutama generasi muda, dapat menjadi penerus dakwah yang ikhlas di jalan Allah. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap tindakan dan ibadah yang kita lakukan, karena hanya dengan ikhlas kita bisa meraih ridha Allah SWT.

Dengan semangat keikhlasan dalam berdakwah, kita dapat menjadi umat yang lebih baik dan membantu memperbaiki kondisi bangsa dan agama. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk berdakwah dengan ikhlas dan istiqamah di jalan-Nya. Amin. (MBS)

Exit mobile version