Bertemu dengan UBN, Wael Al-Dahdouh: Jurnalis Penyampai Risalah Haq

DOHA–Saat melakukan kunjungan ke Doha, Qatar baru-baru ini KH Bachtiar Nasir sempat bertemu dengan jurnalis Al Jazeera Wael Al Dahdouh.
Kepada UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir, Wael Al Dahdouh mengungkapkan kepasrahan setelah istri dan anaknya wafat akibat serangan bom Zionis Israel.
“Saya ingin sedikit cerita dan menyampaikan kesan saya setelah berjumpa dengan Wael Dahdouh, jurnalis Al Jazeera yang saya kenal dengan statementnya ‘ma’alesy’ (it’s ok) sebagai ungkapan pasrah setelah isteri dan anaknya telah syahid akibat bom Zionis Israel,” ungkap UBN.
Dikatakan UBN, Allah memilih Wael Dahdoh dan memuliakannya dengan kesyahidan orang yang dicintainya karena jiwa jurnalismenya sangat mulia.
“Berulang-ulang beliau mengatakan bahwa tugas jurnalistik bukan pegawai, tugas jurnalistik adalah tugas penyampai dan penyambung risalah, iya ada risalah haq yang harus disampaikan dengan segala resikonya yang harus dihadapi,” ujar UBN.
Profesionalisme hanya menjadi penyempurna tugas utama sebagai penyampai risalah.
“Mungkin karena itulah akhirnya Wael menjadi target utama agen Mossad dan tentara IDF, Wael disejajarkan dengan para ulama, pemimpin tertinggi politik dan pemimpin tertinggi militer di Gaza,” kata UBN.
Pemerintah Qatar pun, lanjut UBN, menempatkannya ditempat terhormat lewat media Al Jazeera lembaga dimana Wael mendedikasikan tugas jurnalistiknya.
“Saat saya berjumpa beliau, tangan kanan Wael masih menggunakan alat bantu untuk menggerakkan jari-jarinya akibat syaraf yang putus pada lengannya, dan dalam waktu dekat akan berobat ke Jerman,” cerita UBN.
Untuk diketahui, Wael Al-Dahdouh adalah seorang jurnalis Palestina dan kepala biro Al Jazeera di Gaza. Ia dikenal karena dedikasinya yang luar biasa dalam melaporkan konflik di wilayah tersebut.
Meskipun anak dan istrinya telah wafat akibat kezaliman Israel, ia terus melanjutkan pekerjaannya, menyoroti ketidakadilan dan penderitaan warga sipil di Gaza. Dia percaya bahwa dunia harus melihat apa yang terjadi di Gaza dan memahami ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang yang tidak bersalah.
Pandangan ini mencerminkan komitmennya yang mendalam terhadap profesinya sebagai jurnalis yang tidak hanya berfungsi sebagai pelapor, tetapi juga sebagai suara bagi mereka yang tertindas dan tidak terdengar.
Berikut wawancara UBN dengan Wael Al-Dahdouh: