Berita

Batur Peduli Palestina bersama KH Bachtiar Nasir

Desa Batur di kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara berada di kaki Gunung Petarangan sekitar 11 Km sebelah barat dataran tinggi Dieng. Selasa pagi, 28 November 2023, di lapangan sepak bola desa ini dibanjiri massa setelah melakukan long march. Ini dalam rangka kegiatan Batur Peduli Palestina yang merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kondisi Gaza yang dibombardir oleh Israel.

Sejak pagi cuaca mendung dan sudah turun rintik hujan, orang-orang yang hampir meninggalkan lapangan. Namun mereka urung pulang dan lapangan sepak bola penuh orang-orang, baik dari desa dan kecamatan Batur, maupun dari luar kota.

“Saya lihat malaikat rahmat turun di lapangan ini lewat rintik-rintik hujan. Ketika ada yang bersiap ingin pulang, malaikat seperti menahan tidak turun lebih besar, karena dari desa Batur akan dikirimkan ke Palestina, semangat persaudaraan,” demikian Ustadz Bachtiar Nasir membuka tausiahnya di Batur Peduli Palestina.

Seperti kita ketahui, Gaza dibombardir zionis Israel sebulan lebih dan telah mengorbankan begitu banyak warga Gaza, terutama anak-anak.

Tetapi di sana masih ada burung-burung, masih ada tentara-tentara Allah SWT yang siap menolong Gaza. Ada tentara Allah yang berupa api, air, angin.

Begitulah, kita dipertontonkan betapa kejamnya zionis Israel, yang juga dibantu negara-negara pembelanya.

Iraq, Suriah, Afghanistan, dibantai Amerika. Sedangkan di Gaza ini semuanya dibantai lebih kejam oleh Israel, bangsa yang akan musnah, dan andai tersisa adalah mereka yang mendapat Rahmat Allah.

Kebiadaban Israel sekarang ini melebihi pembataian di Iraq, Suriah, Afganistan.
Juga melebihi pembantaian pada perang dunia kedua.

Bahkan, atas nama kebohongan RS Ashifa di Gaza. Mereka terus memborbardir. Bahkan dokter-dokter Eropa yang pernah bertugas di sana berani bersumpah di depan Netanyahu, bahwa di rumah sakit itu tidak ada sama sekali apa yang mereka tuduhkan, yakni terowongan-terowongan yang katanya ada di sana. Itu sama bohongnya seperti AS ketika mengatakan di Iraq ada senjata biologis yang sampai sekarang tidak terbukti.

Dari rumah sakit Ashifa, lalu mereka, tentara zionis pergi menyerang ke RS Indonesia.

“Mereka harus belajar kepada warga desa Batur, bagaimana menjadi manusia terhormat,” seru Ustadz Bachtiar Nasir.

Aksi kepedulian desa Batur untuk Palestina berhasil mengumpulkan dana sekitar 250 juta. Kemungkinan jumlah ini bertambah lagi.

Lebih lanjut, ustadz Bachtiar mengajak masyarakat Batur membayangkan, betapa menyedihkan, kita melihat anak yang berdiri mematung sendiri karena orangtuanya dan kakaknya sudah gugur. Dia ditanya wartawan, bagaimana perasaan anak-anak itu? Mereka menjawab, tidak apa-apa. Maalish, Maalish. Ini harga yang harus saya bayar untuk tanah air saya .

Apakah pasukan perlawanan Gaza sudah habis?
Tidak.
Apakah rakyatnya menyerah?
Tidak.
Apakah rakyatnya menyalahkan gara-gara Hamas? Tidak!

Dari 40.000 pasukan perlawanan baru 5.000 pasukan yang ke Medan perang. Terpaksa mereka berhenti karena Israel mengajak gencatan senjata , yang notabene itu artinya adalah kekalahan.

Bom-bom Gaza menghantarkan kehancuran tank-tank Israel, padahal bom-bom itu buatan rumah tangga di Gaza

Sementara banyak negara yang sudah memesan tank-tank Israel, hancur semuanya di Gaza .

Tentara zionis Israel mengatakan, “Kami perang seperti menghadapi hantu. Kami tidak tahu dari mana asalnya tentara Gaza, tahu-tahu tank kami sudah hancur.

Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan tentang rakyat Palestina, “Bangsa ini adalah bangsa pilihan Allah. Kita tidak bersedekah kepada Palestina, karena mereka benar-benar kuat.”

Kita perlu belajar betapa kuatnya Gaza, yang kekuatannya sampai ke desa Batur di kabupaten Banjarnegara. (*)

Exit mobile version