AQL Peduli Ingatkan Standar Donasi Pakaian Layak Pakai untuk Korban Bencana

JAKARTA–Laznas AQL Peduli mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memberikan donasi pakaian bagi korban bencana, menyusul banyaknya temuan pakaian bekas tidak layak pakai yang justru menambah beban penanganan di lokasi pengungsian.
Setiap terjadi bencana, posko bantuan kerap dibanjiri pakaian bekas. Namun, menurut Laznas AQL Peduli, niat baik tersebut sering berakhir menjadi masalah baru berupa tumpukan sampah tekstil yang tidak dapat dimanfaatkan.
Berdasarkan pengalaman relawan dan data organisasi kemanusiaan, diperkirakan 40–60 persen pakaian yang disumbangkan berada dalam kondisi tidak layak pakai, mulai dari sobek, kotor, rusak, usang, hingga jenis pakaian yang tidak relevan dengan kebutuhan korban di iklim tropis.
Pembina Laznas AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menyebut kondisi itu membuat relawan membutuhkan waktu tambahan 2–3 hari hanya untuk proses sortir sebelum distribusi. Penumpukan pakaian basah juga berpotensi memicu masalah sanitasi di area pengungsian.
“Kami sangat menghargai niat donatur. Namun, jangan jadikan posko bencana sebagai tempat pembuangan. Pakaian yang kotor, sobek, atau tidak sesuai justru menjadi sampah yang memberatkan korban,” ujar UBN, Selasa (9/11/2025).
Untuk mencegah masalah serupa, UBN mengimbau agar donatur memprioritaskan bantuan uang tunai, karena memungkinkan pembelian kebutuhan spesifik seperti selimut baru, pakaian dalam baru, atau sarung sesuai kondisi di lapangan.
AQL Peduli juga menetapkan standar donasi pakaian layak pakai, yakni pakaian harus bersih dan sudah dicuci, utuh, kancing lengkap, resleting berfungsi, tidak melar, dan sesuai kebutuhan dasar seperti daster, kaus oblong, sarung, mukena, serta pakaian anak. Donatur juga disarankan memilah dan mengelompokkan pakaian, misalnya “Kaos Pria Ukuran L” atau “Pakaian Anak Usia 3 Tahun”, serta memberi label jelas pada kemasan sebelum diserahkan agar memudahkan proses distribusi.
“Marilah kita menyalurkan bantuan, bukan beban. Jika Anda ragu untuk memakainya sendiri, jangan disumbangkan kepada korban bencana,” tutup UBN.*
