Tiga Alasan Kita Wajib Dukung Perjuangan Palestina

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustaz, ada teman saya yang bertanya kenapa sih kita mesti membantu perjuangan rakyat palestina untuk merebut kemerdekaannya dari bangsa Israel? Termasuk kita berlelah-lelah melakukan aksi demonstrasi menentang Israel. Padahal mereka jauh dari kita dan bangsa kita sendiri mempunyai banyak masalah yang tidak terselesaikan seperti kemiskinan, kebodohan, bencana alam di mana-mana dan lain-lain?
Hamba Allah
Jawaban:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Dalam melihat permasalahan bangsa Palestina ini, mungkin kita harus melihatnya dari tiga sudut pandang.
Pertama, kita melihat permasalahan ini dari pandangan kita sebagai manusia. Sebagai manusia kita menyadari bahwa setiap individu manusia menginginkan kehidupan yang merdeka dan aman dan itu telah ditetapkan sebagai hak asasi manusia yang harus didapatkan oleh setiap individu. Merdeka dari segala bentuk penjajahan terhadap jiwa, harga diri dan tanah air, serta aman dari segala bentuk ketakutan dan kekhawatiran baik terhadap diri sendiri, sanak keluarga mahupun harta benda.
Nah! Di zaman yang serba modern dan maju ini, satu-satunya bangsa di dunia yang masih merasakan penjajahan dengan segala bentuk penindasan, kekerasan, penghinaan terhadap kemanusiaan dan pembunuhan dengan tanpa pandang bulu baik itu anak-anak maupun perempuan yang tidak berdaya, adalah bangsa Palestina. Dengan perasaan kemanusiaan itulah seorang remaja asal Amerika, Rachel Corrie mau tubuhnya dilindas buldozer Israel demi untuk mempertahankan sebuah rumah rakyat Palestina agar tidak dirubuhkan. Dan karena rasa kemanusiaan itu jugalah yang membuat relawan-relawan dari seluruh dunia tanpa pandang ras, suku bangsa dan agama mau menantang maut membawa bantuan kepada Palestina di atas kapal Mavi Marmara ketika itu.
Dalam situasi kekinian, kita ketahui Israel melakukan serangan militer dengan sasaran tanpa pandang bulu. Rumah sakit pun menjadi target sasaran Israel. Ribuan nyawa warga Palestina melayang akibat serangan Israel.
Kedua, kita melihat masalah Palestina ini dari sudut pandang kita sebagai bangsa Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia yang berdasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945, sudah seharusnya kita membantu perjuangan bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya karena hal itu sesuai dengan tuntutan konstitusi kita bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Di samping itu, dalam perjuangan bangsa kita dalam mempertahankan dan mendapatkan pengakuan dunia atas kemerdekaan Indonesia, sebenarnya sebagai bangsa kita berhutang budi kepada Palestina. M. Zein Hassan, Lc, sebagai pelaku sejarah.
Ia menjelaskan dalam bukunya “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” bagaimana dukungan yang didapat Indonesia dari Palestina yang dalam hal ini diwakili oleh Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dengan mengucapkan selamat pertama kali kepada dunia Islam atas merdekanya Indonesia di radio Berlin berbahasa Arab pada saat tidak ada satu negarapun yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Syekh Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh.
Bahkan, seorang saudagar Palestina, Muhammad Ali Taher menarik M. Zein Hassan ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia (wadah perjuangan diplomasi revolusi kemerdekaan Indonesia di luar negeri) ke Bank Arabia, mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di bank itu dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat tanpa meminta tanda bukti penerimaan, sambil berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!”.
Ketiga, kita melihat masalah Palestina ini dari sudut pandang kita sebagai seorang muslim. Kita mengetahui bahwa mayoritas bangsa Palestina adalah umat Islam, maka sebagai umat Islam mereka adalah saudara kita dalam keimanan, sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. (QS. Al-Hujurat [49]: 10).
Dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ. رواه مسلم
Muslim adalah saudara muslim yang lain, dia tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (dalam kesusahan), dan merendahkannya. Takwa itu di sini, -beliau menunjuk dadanya tiga kali- cukuplah keburukan bagi seseorang, jika dia merendahkan saudaranya seorang muslim. Setiap orang muslim terhadap muslim yang lain haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Sebagai umat Islam kita diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membantu saudara muslim yang lain apabila dia meminta pertolongan, sesuai dengan firman-Nya:
وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ
Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS. Al-Anfal [8]: 72).
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kita umat Islam untuk selalu membantu umat Islam yang lain:
eانْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ، قَالَ تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنْ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ. رواه البخارى
Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zhalim atau dizhalimi”. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, orang yang dizhalimi jelas akan kami tolong, akan tetapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?” Beliau bersabda, “kamu mencegah atau melarangnya agar tidak berbuat zhalim maka itulah cara menolongnya“. (HR. Al-Bukhari).
مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه. رواه أبو داود وأحمد
Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya (Abu Daud dan Imam Ahmad).
Hal itulah yang dilakukan rakyat Gaza yang pernah mengirimkan bantuannya kepada saudaranya yang terkena bencana alam di Mentawai, Padang Pariaman dan Yogya yang mereka kumpulkan dari apa yang mereka punya di tengah penderitaan dan segala kekurangan yang mereka rasakan setiap harinya.
Berdasarkan hal-hal di atas maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu perjuangan bangsa Palestina dengan segala yang kita mampu untuk mencapai kemerdekaannya. Baik kita sebagai manusia, bangsa Indonesia atau sebagai seorang muslim. Wallahu a’alam bisshawab.
KH Bachtiar Nasir
