Artikel

Mujahadah Menuju Sukses Ramadhan

 

Bachtiar Nasir
Bismillahirrahmanirrahim.
Mujahadah
Kita harus bermujahadah karena bulan Sya’ban adalah bulan yang melalaikan yang bisa membuat kita tidak siap saat Ramadhan tiba.
Apa itu mujahadah? Mujahadah adalah memerangı dorongan jahat dalam jıwa dan membebaninya dengan sesuatu yang memberatkan sebagaimana yang telah ditentukan oleh syariat.
Kita perlu bermujahadah karena adanya sifat binatang dalam diri manusia. Bahkan manusia bisa lebih rusak perangainya dari hewan. Lihat saja, hewan tidak berperilaku homoseksual tetapi manusia melakukannya.
Selain itu dalam diri manusia juga sifat kesetanan yang menjauhkannya dari rahmat Allah. Bahkan manusia  bisa lebih kejam dari setan karena setan tidak bisa merusak secara destruktif kecuali melalui raga manusia. Manusia pun  bisa kesetanan. Tetapi dalam diri manusia juga ada sifat malaikat yang bisa mempengaruhi untuk berbuat kebaikan. Berbuat baik ini memang berat, dan ini harus kita perjuangkan.
Kenapa Harus Mujahadah?
Kita perlu bermujahadah karena ada kebaikan-kebaikan dari Allah yang mesti kita dapatkan dengan cara berjuang melawan hawa nafsu kita sendiri, di antaranya adalah:
Masuk Surga Harus Bermujahadah
Untuk bisa masuk surga kita perlu jalan mendaki dan sukar, seperti disebut dalam Surat Ali Imran ayat 142:
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ
Apakah kamu sangka, bahwa kamu akan masuk Surga, padahal Allah belum buktikan mereka yang bekerja keras dari antara kamu dan belum buktikan mereka yang sabar?
(QS Ali-Imron ayat 142)
Mujahadah Menjadi Pembuka Jalan Kemudahan
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ
Dan orang-orang yang bekerja keras di (agama) Kami, sesungguhnya Kami akan pimpin mereka di jalan-jalan Kami; dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Al-ankabut ayat 69)
Mujahadah Seperti Nabi Yusuf
Nabi Yusuf lebih memilih berada dalam penjara daripada mengikuti dorongan hawa nafsu yang rendah. Kadang manusia juga bisa melakukan hal-hal bodoh yang membuatnya terperangkap dosa, itulah jika Allah tidak melindunginya. Karena Yusuf mau bermujahadah dan memilih penjara daripada mengikuti hawa nafsunya, maka Allah mengabulkan doanya karena melihat kesungguhannya dalam berdoa.
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ .فَاسْتَجَابَ لَهٗ رَبُّهٗ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Yusuf berkata: “Hai Tuhanku! Penjara itu lebih aku sukai dari pada apa yang mereka ajak akan daku kepadanya; dan jika Engkau tidak palingkan daripadaku tipu daya mereka, niscaya aku condong kepada mereka, dan jadilah aku daripada orang-orang yang bodoh. Maka Allah perkenankan baginya lalu ia palingkan daripadanya tipu daya mereka; karena sesungguhnya Ia-lah yang Mendengar, yang Mengertahui. (QS Yusuf ayat 33 – 34)
Bentuk Mujahadah
Takut pada keagungan Allah
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Dan Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-nya, dan ia menengah diri dari pada hawa nafsu(nya). Maka sesungguh nya Surga itu tempat kembali(nya). (QS An-Naziat ayat 40 – 41)
Tinggalkan Makan dan Syahwat Karena Allah
Hadits:
Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman; ”Setiap amal anak Adam menjadi miliknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, karena sesugguhnya dia telah meninggalka syahwatnya, makananya, dan minumannya karena Aku.”
Raih Ridha Allah dengan Puasa
Hadits:
Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari parfum kasturi, Tuhan kalian berfirman; “karena hambaKu meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya demi mencari ridhaKu dan shaum itu miliKu dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Mujahid Sejati
Hadits:
Mujahid sejati adalah yang berjuang melawan diri sendiri karena Allah.
Mukmin Sejati
Hadits:
Sebaik-baik orang mukmin dalam berislam adalah yang orang-orang islam selamat dari kejahatan lisan dan tangannya dan sebaik-baik jihad adalah orang yang berjuang melawan diri sendiri karena Allah, dan sebaik-baik orang yang berhijrah adalah yang berjuag melawan dirinya, dan hawa nafsunya karena Allah.
Mujahadah Melawan diri sendiri
Berkata Sufyan Ats-Tsauri: “Tidak ada yang lebih sulit untu aku obati melebihi perbaikan diri sendiri kadang aku menang dan kadang aku kalah.”(Al-Hilyah)
Bermujahadah dari mana mulainya?
Mulailah dengan Memerangi Diri Sendiri
Ibnu Umar pernah ditanya tentang jihad, beliau menjawab: “mulailah dari dirimu sendiri lawanlah dia, mulailah dari dirimu sendiri perangilah dia.”  (Jami’ al-’Ulum wal Hikam)
Proses Mujahadah
  • Kita menyadari, ternyata mujahadah itu perlu.
  • Membandingkan dengan jiwa yang mulia. Kita memandingkan dengan keburukan diri sehingga terdorong untuk melakukan mujahadah.
  • Melihat kekurangan diri.
Mujahadah Tersulit
Berkata Abu Yazid Al-Bustomi: “Aku telah praktekan mujahadah selama 30 tahun tidak ada yang lebih berat untuku jalankan melebihi ilmu yang harus diamalkan.” (Kitab Al-Hilyah)