Derajat Hadits tentang Hari Asyura

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustaz, saya sering mendengar ustaz-ustaz di TV menjelaskan tentang keutamaan hari Asyura sebagai lebaran yatim. Di antaranya ada yang mengatakan berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura itu maka akan diangkat derajatnya di surga untuk setiap helai rambut anak yatim tersebut. Yang ingin saya tanyakan apakah derajat hadits itu? Karena ada teman saya yang mengatakan hadits itu adalah hadits palsu. Mohon penjelasannya, Ustaz.
Hamba Allah.
Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Hadits yang dimaksud adalah:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ كُتِبَتْ لَهُ عِبَادَةُ سِتِّينَ سَنَةً ، بِصِيَامِهَا وَقِيَامِهَا ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، أُعْطِي ثَوَابَ عَشَرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ أُعْطِي ثَوَابَ أَلْفِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ أُعْطِي ثَوَابَ عَشَرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ سَبْعِ سَمَاوَاتٍ ، وَمَنْ أَفْطَرَ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، فَكَأَنَّمَا أَفْطَرَ عِنْدَهُ جَمِيعُ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ ، وَمَنْ أَشْبَعَ جَائِعًا فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، فَكَأَنَّمَا أَطْعَمَ جَمِيعَ فُقَرَاءِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَشْبَعَ بُطُونَهُمْ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ رُفِعَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلَى رَأْسِهِ دَرَجَةٌ فِي الْجَنَّةِ ” ، قَالَ : قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَقَدْ فَضَّلَنَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، قَالَ : ” نَعَمْ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَالأَرَضِينَ كَمِثْلِهِ ، وَخَلَقَ الْعَرْشَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَالْكُرْسِيَّ كَمِثْلِهِ ، وَخَلَقَ الْجِبَالَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَالنُّجُومَ كَمِثْلِهِ ، وَخَلَقَ الْقَلَمَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَاللَّوْحَ كَمِثْلِهِ ، وَخَلَقَ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَمَلائِكَتَهُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَحَوَّاءَ كَمِثْلِهِ ، وَخَلَقَ الْجَنَّةَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَأَسْكَنَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَوُلِدَ إِبْرَاهِيمُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَنَجَّاهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَفَدَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَأَغْرَقَ فِرْعَوْنَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَرَفَعَ إِدْرِيسَ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَكَشَفَ اللَّهُ عَنْ أَيُّوبَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَرَفَعَ عِيسَى بْنَ مَرْيَمَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَوُلِدَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَتَابَ اللَّهُ عَلَى آدَمَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَغَفَرَ ذَنْبَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَأُعْطِيَ مُلْكُ سُلَيْمَانَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَوُلِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَاسْتَوَى الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى الْعَرْشِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، وَيَوْمُ الْقِيَامَةِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ
Dari Ibnu Abbas Ra. ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa berpuasa di hari Asyura’ maka ditulislah sebagai ibadah selama enampuluh tahun dengan puasa dan qiyam lailnya, dan barangsiapa berpuasa di hari Asyura maka akan diberikan pahala 10 ribu malaikat, dan barangsiapa yang berpuasa di hari Asyura maka akan diberi pahala seribu haji dan orang yang umrah, dan barangsiapa berpuasa di hari Asyura maka akan diberi pahala 10 ribu syahid, dan barangsiapa berpuasa di hari Asyura maka akan diberi ganjaran tujuh lapis langit. Barangsiapa seorang mukmin berbuka di rumahnya pada hari Asyura maka itu sama seperti seluruh umat Muhammad SAW. berbuka di rumahnya, dan barangsiapa yang mengenyangkan orang yang lapar pada hari Asyura maka itu sama dengan ia memberi makan dan mengenyangkan seluruh orang miskin dari umat Muhammad SAW. dan barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura maka akan diangkat derajatnya untuk setiap helai rambutnya nanti di surga. Umar lalu berkata kepada Nabi SAW., “Ya Rasulullah! Allah telah memberikan keutamaan-keutamaan kepada kita di hari Asyura ini.” Rasulullah SAW. bersabda: “Iya, karena pada hari Asyura inilah Allah SWT. menciptakan langit, begitu juga dengan bumi, juga menciptakan ‘Arsy pada hari Asyura, begitu juga dengan Kursi, menciptakan gunung-gunung pada hari Asyura, begitu juga dengan bintang-bintang, menciptakan al-Qalam pada hari Asyura, begitu juga dengan lauhul mahfuzh, menciptakan Jibril dan para malaikat pada hari Asyura, menciptakan Adam dan Hawa pada hari Asyura, menciptakan surga dan memasukkan Adam ke dalamnya pada hari Asyura. Nabi Ibrahim dilahirkan pada hari Asyura dan Allah menyelamatkannya dari api juga pada hari Asyura. Allah menenggelamkan fir’aun, mengangkat Nabi Idris, menyembuhkan Nabi Ayyub, mengangkat Nabi Isa dan hari kelahirannya, menerima taubat Nabi Adam, mengampuni dosa Nabi Daud, memberikan kerajaan pada Nabi Sulaiman juga pada hari Asyura. Nabi Muhammad SAW. juga dilahirkan pada hari Asyura, dan Allah bersemayam di atas ‘Arsy juga pada hari Asyura serta hari kiamat terjadi juga pada hari Asyura.” (Riwayat Baihaqi).
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, tetapi beliau menjelaskan bahwa hadits ini adalah hadits munkar dan sanadnya sangat lemah. Disebutkan juga hadits ini bertentangan dengan ayat Alquran:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّـهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (Surat Al-A’raf [7]: 54).
Karena dalam hadits ini disebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan langit, bumi dan gunung-gunung semuanya pada hari Asyura. Padahal dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah suatu hal yang mustahil jika semua hari dalam setahun itu adalah hari Asyura. Dan itu menunjukkan kelemahan hadits ini.
Banyak ulama ahli hadits yang mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu). Imam al-Syaukani dalam kitab al-Fawaid al-majmu’ah fi al-ahadits al-maudhu’ah menegaskan bahwa hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ini adalah hadits maudhu’ (palsu).
Al-Mula Ali al-Qari dalam kitab al-Asrar al-marfu’ah fi al-akhbar al-maudhu’ah juga mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits batil, karena perawi hadits ini yang bernama Habib adalah orang yang sering memalsukan hadits.
Imam al-Suyuthi juga memasukkan hadits ini ke dalam kitabnya yang memuat hadits-hadist palsu yaitu al-La`ali al-mashnu’ah fi al-ahadits al-maudhu’ah.
Imam Ibnu al-Jauzi juga memasukkan hadits ke dalam kitabnya yang juga memuat hadits-hadits palsu yaitu al-Maudhu’at al-kubra.
Berdasarkan itu, maka jelaslah bagi kita hadits di atas adalah hadits maudhu’ (palsu) yang dibuat-buat oleh mereka yang berani berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amru bahwasanya Nabi SAW. bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat, dan ceritakanlah cerita-cerita dari Bani Israil dan tidak ada dosa. Dan barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (Riwayat Bukhari).
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ حَدَّثَ عَنِّى ، بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ
“Barangsiapa yang menceritakan dari saya satu perkataan yang disangka dusta maka dia adalah salah seroang pendusta.” (Riwayat Muslim).
Berdasarkan itu, hukum meriwayatkan hadits maudhu’ (palsu) itu adalah haram kecuali untuk menjelaskan bahwa hadits itu adalah hadits maudhu’ (palsu). Dan tentunya kita tidak boleh beramal berdasarkan hadits palsu tersebut karena itu bukan berasal dari Nabi SAW.
Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menyebutkan suatu hadits, dan harus tahu dulu derajat hadits tersebut agar jangan sampai kita termasuk orang yang berdusta atas nama Nabi SAW. Apalagi jika kita termasuk orang yang didengarkan orang banyak karena kita bisa menyebabkan orang menyimpang dan tersesat dari ajaran Rasulullah SAW. Sarana untuk dapat mengetahui kedudukan dan derajat suatu hadits itu sekarang sudah sangat mudah dengan sudah tersebarnya kitab-kitab hadits baik yang memuat hadits-hadits shahih maupun yang khusus memuat hadits-hadits palsu. Dengan adanya internet maka itu akan semakin memudahkan mencari dan mengetahui derajat suatu hadits.*
Wallahu a’lam bish shawab.*
KH Bachtiar Nasir
