KSP

Terapi memaafkan (Forgiveness Therapy)

Oleh KH Bachtiar Nasir

Jadikan maaf menjadi sebuah sistem pada diri kita.

Hati yang memaafkan secara arti harfiah adalah kalbu yang sehat atau qolbun salim (قلب سليم) adalah “hati yang selamat” atau “hati yang bersih”. Qolbun salim merujuk pada hati yang murni, ikhlas, serta terbebas dari penyakit spiritual seperti kesyirikan, riya, hasadz dengki, dan dendam.

Memaafkan secara psikologi dan imunologi

Orang-orang yang memaafkan memiliki sistem imun yang lebih kuat. Mereka kuat tawakalnya, kuat dalam memaafkan yang diawali dengan memasrahkan diri kepada Allah dan membersihkan hati.

Kadar TNF alfa (Tumor Necrosis Factor Alpha) lebih rendah. Beberapa kondisi TNF-alpha bisa memicu penyakit autoimun (seperti rheumatoid arthritis / rematik dan psoriasis).

Pada saat yang sama, di mana serangan kanker sekarang ini makin marak, riset menunjukkan bahwa sel imun antikanker lebih aktif pada kelompok yang berlatih memaafkan.

Studi longitudinal menunjukkan adanya korelasi antara memaafkannya dengan umur panjang, kualitas tidur yang lebih baik, dan tingkat depresi rendah.

Memaafkan adalah akhlak Islam yang agung

Dari sisi epigenetik, memaafkan merubah ekspresi posisi gen.

Riset pada tahun 2017, stres kronis akibat dendam berlama-lama terhubung dengan panjangnya usia.

Stres kronis yang dipicu oleh kebiasaan menyimpan dendam berkepanjangan sangat menguras energi mental dan fisik. Berbagai studi ilmiah mengaitkan beban psikologis ini dengan percepatan penuaan seluler, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dan penurunan harapan hidup.

Penelitian dari Yale Medicine mengonfirmasi bahwa stres kronis mempercepat proses penuaan biologis.

Menurut riset yang diulas oleh ⁠ResearchGate, memaafkan (forgivingness) justru bertindak sebagai penyeimbang yang meredam dampak buruk stres terhadap kesehatan.

Dalam Islam, memaafkan yang dijalin lewat silaturahmi dapat menambah umur atau kualitas hidup lebih baik.

Hadits Bukhari meriwayatkan tentang menyambung silaturrahim menambah umur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.”

Memaafkan lewat silaturahmi akan memperpendek atau memperlambat ujung kromosom yang terkait dengan usia sel koroner.

Hadits ini sangat relevan dengan kekuatan memaafkan yang bisa memendekkan sel koroner.

Latihan memaafkan menyehatkan jantung 

Latihan memaafkan terbukti memendekkan ujung usia kromosom koroner. Secara harfiah, memaafkan memendekkan koroner.

Perintah Allah, jadilah engkau pemaaf dan serukan orang-orang berbuat makruf atau kebaikan.

Surah Al-‘Araf ayat 199:

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf (kebaikan), serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199).

Mau jadi karakter orang yang sehat lahir dan batin? Berdasarkan Surah Al-‘Araf ayat 199:

1. Jadilah engkau pemaaf (خُذِ الْعَفْوَ)

2. Suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf (وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ)

3. Berpaling dari orang-orang yang bodoh. Jauhi circle orang-orang yang bodoh (وَأَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِينَ)