Kekuatan Memaafkan

Oleh KH Bachtiar Nasir
Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang mau memaafkan dengan tulus. Dalilnya ada di Surah Ali Imran ayat 134, dan Surah Ash-Syura ayat 40.
Ali Imran ayat 134:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤
(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Surah Asy-Syura ayat 40:
وَجَزٰٓؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثۡلُهَاۚ فَمَنۡ عَفَا وَاَصۡلَحَ فَاَجۡرُهٗ عَلَى اللّٰهِؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيۡنَ ٤٠
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.
Bukti sains bila kita memaafkan
Menurut riset dari University of Wisconsin-Madison, Stanford Forgiveness Project, secara neurosains, otak orang-orang yang memaafkan akan menurun aktivasi amygdala atau pusat respon ancaman. Kortisol dan adrenalin stres berkurang secara signifikan. Prefrontal cortex akan aktif dan kebijaksanaan meningkat.
Prefrontal cortex sering disebut sebagai pusat kendali atau “CEO” otak, bagian ini bertanggung jawab atas fungsi eksekutif tingkat tinggi seperti pengambilan keputusan, perencanaan, pengendalian emosi, dan kepribadian.
Otak yang yang memaafkan membuat hormon damai (oksitosin) dilepaskan.
Jika kita tidak memaafkan, hormon stres akan meningkat kronis. Fungsi berpikir rasional akan terganggu, pikiran dan perasannya terus melayang sampai terbawa dan terbenam dalam tidur. Makanya bagus sekali jika sebelum tidur kita memaafkan.
Ada orang yang menahan marah hanya disimpan saja, tidak ada salurannya. Itu tidak sehat. Sementara dalam Al-Qur’an dikatakan, orang yang mampu menahan amarahnya bukan memendam atau mendendam tetapi memutuskan sirkuit stres melalui keputusan secara sadar.
Ada juga riset dari American Heart Association John Hopkins Medicine, yang meneliti dari sisi kardiologi. Peneliti menyebutkan, pertama, orang-orang yang memiliki kemarahan kronis dan dendam bisa memicu penyakit jantung koroner. Kedua, memaafkan bisa menurunkan tekanan darah sistolik secara teratur. Sistolik adalah angka yang menyiratkan kerja jantung.
Hubungan tekanan darah dan marah, otot memicu adrenalin dan kortisol, pembuluh darah menyempit pada saat marah. Jantung memompa darah lebih keras dan ini menyebabkan sistolik naik. Jika ini makin kronis, maka terjadilah hipertensi permanen.
Hati yang memaafkan lebih sehat
Hati yang memaafkan membuat jantung yang lebih sehat, karena mengurangi risiko serangan jantung berulang.
Kata qolbu (قَلْب) bukanlah kebetulan secara qur’ani. Kata ini berasal dari akar kata qalaba (قَلَبَ) yang berarti “berbalik” atau “berubah”, yang merujuk pada sifat jantung atau batin manusia yang mudah bergejolak dan berbolak-balik. Hati atau qolbu merupakan pusat jiwa manusia yang menjadi tempat tumbuhnya keimanan, akal, serta perasaan. Bila kalbu bergejolak, kitalah yang harus mengendalikannya.
