KSP

Lima Perusak Cahaya Hati (4)

Oleh KH Bachtiar Nasir

Perusak cahaya hati kelima adalah banyak tidur.

Tahukah Anda, banyaknya tidur dapat melemahkan tubuh, mematikan cahaya hati, menimbulkan rasa malas, membuat badan lemah dan lelah tidak bersemangat, menghabiskan waktu, dan  menimbulkan rasa tidak nyaman dan hal-hal yang tidak baik.

Tidur berlebihan bisa mengurangi keberkahan dan menjadi sebab futur atau malas dalam beribadah.

Ibnul Qayyim Al-Jauziah berkata, tidur yang paling buruk adalah tidur karena kekenyangan, sebab ia menghalangi seseorang berkeinginan kuat untuk beramal, melemahkan tekad yang semestinya muncul ketika kebutuhan hati sedang mendesak (misalnya untuk beribadah).

Ini adalah aib bagi orang-orang yang sedang perjalanan menuju Allah.

Bahasa umumnya dari Ibnul Qayyim Al-Jauziah, makan kenyang menyebabkan ngantuk dan memang ada makanan-makanan yang menyebabkan ngantuk. Inilah yang membuat seseorang melemah tekadnya.

Bagi orang-orang yang sedang berjuang di jalan Allah harus menghindari itu. Kalau pun terpaksa karena mengantuk sehabis makan, atau karena makan makanan tertentu penyebab kantuk, jangan tidur sambil berbaring, bersandar saja di kursi.

Tidur yang bermanfaat, adalah tidur yang berlangsung karena memang benar-benar diperlukan untuk tidur, misalnya pada saat ngantuk sekali. Atau ada gejala sakit, dimana tubuh harus tidur atau istirahat.

Tidur untuk menguatkan tubuh ini perlu, dan membantu seseorang untuk produktif.

Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada awal malam atau pertengahan pertama dari malam.

Tidur setelah Ashar dan setelah Subuh paling banyak mudharatnya, kecuali bagi orang-orang yang tubuhnya sedang benar-benar membutuhkan tidur.

Salah satu hal yang dibenci oleh Allah adalah tidur setelah shalat Subuh sampai terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu dimulainya aktivitas dan waktu untuk mendapatkan rezeki, itulah saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rezeki.

Waktu Subuh inilah waktu turunnya keberkahan, karena di waktu Subuh itu adalah awal menuju siang dan terbukanya pintu-pintu rezeki dan keberkahan kepada seluruh alam.

Selain itu, sehabis shalat Subuh adalah waktu dicatatnya amal. Bagaimana jika kita dalam keadaan tidur saat dicatatnya amal? Dan itu waktu terbukanya kebaikan-kebaikan di saat Subuh itu

Waktu Subuh adalah adalah saat-saat yang strategis dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, bijaklah untuk masalah tidur ini agar tidak kehilangan keberkahan dari Allah.