KSPParenting

Doa agar orang tua menjadi sumber kebaikan keturunannya

Oleh KH Bachtiar Nasir

Sebagai orangtua pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan keturunannya.

Ada doa bagus dari surah Al-Ahqâf ayat 15:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًاۗ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًاۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًاۗ حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۝١٥

Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

Kita perhatikan doa dari potongan ayat tersebut di atas:

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۝١٥

Kita perhatikan tadabbur doanya:

Rabbi auzi‘nî an asykura ni‘matakallatî an‘amta ‘alayya wa ‘alâ wâlidayya wa an a‘mala shâliḫan tardlâhu wa ashliḫ lî fî dzurriyyatî, innî tubtu ilaika wa innî minal-muslimîn.

Ya Allah gerakanlah aku, agar aku mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku.

Maksudnya adalah nikmat hidayah taufik. Nikmat berupa nikmat dunia dan yang penting adalah nikmat agama yang merupakan nikmat terbesar yang hanya sedikit manusia yang mendapatkannya.

Kita perlu mendapatkan bimbingan yaufik dari Allah. Kalau orang kafir bisa saja mendapatkan nikmat dunia, tetapi tidak mendapatkan nikmat Taufik.

Rezeki yang Allah berikan ke anak-anaknya lewat orangtua, dan dari orangtua rezeki tersebut tersalurkan kepada anak-anaknya.

Jangan dikira seorang anak mendapat rezeki karena dirinya sendiri. Tetapi orangtuanyalah yang menjadi jembatan antara Allah dan kita dalam mendapatkan rezeki.

Di ayat ini Allah SWT menjelaskan kepada kita tahapan pasca syukur adalah amal saleh. Bukan amal saleh biasa melainkan amal saleh yang levelnya yang Allah ridhoi.

Ada orang yang landasan amal salehnya adalah syukur. Ada juga yang landasannya kufur, ini yang berbahaya.

Kesimpulan, bentuk syukur itu berupa, syukur dengan lisan, syukur dengan hati.
Dan ketiga, syukur dengan dengan anggota badan (perbuatan) dan amal saleh.

Ada syukur yang harus direalisasikan dengan perbuatan, tidak cukup dengan lisan dan hati. Seperti firman Allah kepada Nabi Daud:

ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُور

“Bekerjalah, bekerjalah, bekerjalah kamu hai keluarga Daud, sebagai bentuk syukur.” (Surah Saba ayat 13)

Tidak semua amal saleh kita diridhoi Allah. Amal saleh yang diridhoi adalah yang ikhlas, yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Apalagi jika didasari dengan syukur.

‘”Perbaikilah anak cucuku semua keturunanku, Ya Allah.”

Ayat ini memberi isyarat bahwa kesalehan orangtua merupakan sebab besar dan dasar amal saleh anak-anaknya.

Kesimpulan hakikat doa ini adalah, bersyukur atas nikmat agama dan nikmat dunia, diberi nikmat bimbingan taufik melakukan amal yang diridhoi Allah, dan memiliki keturunan-keturunan yang saleh.

innî tubtu ilaika wa innî minal-muslimîn.

إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Artinya, “Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Isi doa ini:
1. Pembaharuan taubat. Taubat harus sering diperbaharui.
2. Ada tentang ketegasan keimanan.
3. Ketertundukan total kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Perbanyak doa ini agar kita sebagai orang tua menjadi sumber kebahagiaan bagi anak-anak dan keturunan kita.