KSP

Asma Allah Dzul Jalali wal Ikrom

Oleh: KH Bachtiar Nasir

Kali ini kita mengenal asma Allah Al-Jalal wal Ikrom. Dzul Jalal, artinya Keagungan dan Kebesaran. Wal Ikrom, kemuliaan, kedermawanan yang besar.

Semoga dengan merenungi sifat Allah Dzul-Jalali wal Ikrom, kita menjadi pribadi yang kuat, taat dan mendapat kebaikan dari Allah Subhana wa Ta’ala.

Bagaimana menjalani hidup bersama Allah Dzul Jalali wal Ikrom? Allah Yang Maha Agung, Allah yang Maha Mulia. Segala puji bagi Allah yang keagungan-Nya meliputi langit dan bumi, dan kemuliaan-Nya menembus batas waktu. Dia-lah Dzul Jalali wal Ikrom, pemilik semua keagungan yang membuat jiwa kita tenang.

Siapa yang mengenal-Nya, akan tunduk dengan penuh cinta. Dan siapa yang mendekat kepada-Nya akan merasa cukup di dunia, dan tidak ingin berlebihan untuk urusan dunia.

Begitu pula makna nama agung Dzul Jalali wal Ikrom.

Arti kata Dzul Jalal, pemilik keagungan. Allah adalah Zat pemilik keagungan mutlak, baik nama-Nya atau sifat-sifat-Nya. Dia pemilik keagungan mutlak. Artinya , mutlak agung-Nya dari sisi nama dan mutlak agung-Nya dari sisi sifat-Nya.

Tentu Keagungan ini menimbulkan rasa takut, rasa hormat, dan tunduk dalam taat kepada-Nya.

Dzul Jalal, pemilik keagungan dan kebesaran, tentu Dia berhak diagungkan karena kebesaran-Nya, dan tak layak bagi siapa pun untuk mendapatkan keagungan yang hebat dari selain-Nya. Sedangkan makna al-Ikrom, makna Allah pemilik kemuliaan dan pemberi yang hebat. Dia-lah Allah Subhana wa Ta’ala.

Allah pemilik kemuliaan itu.

Allah adalah sumber segala kebaikan dan sumber segala kemurahan. Dia memberi kepada siapapun yang meminta. Kemuliaan Allah karena Dia mulia.

Al-Ikrom, Dia yang memberi tanpa batas, kebaikan-Nya tanpa pamrih, dan mengangkat derajat bagi mereka yang tunduk kepada-Nya.

Nama ini menyatukan dua pilar hububiyah.

Al-Jalal, Yang menimbulkan takut dan tunduk, dan Al-Ikrom Yang menimbulkan harap dan cinta. Inilah bentuk penghambaan yang kokoh kepada Allah.

Siapa yang benar-benar mengenal Al-Jalal wal Ikrom, akan hancur kesombongannya, akan hilang takutnya kepada selain Allah, dan hati mustahil tidak rindu kepada Allah.

Dzul Jalali wal Ikrom adalah Allah yang disucikan seluruh alam, oleh seluruh hamba, dan Dia yang tak pernah mengecewakan mereka dan tak pernah menutup pintu-Nya.

Berikut untaian kata dan munajat para ulama salaf, yang hatinya penuh takut dan cinta kepada Allah.

Ibnu Taimiyah berkata, sesiapa yang bersiap untuk mati, tak perlu takut kepada Allah, karena Allah adalah Dzul Jalali wal Ikrom, yang memuliakan mereka yang takut kepada-Nya.

Bayangkan jika diinformasikan kepada kita, bahwa malaikat maut telah berada di depan pintu kita, kira-kira apa yang kita katakan? Apa yang kita harapkan?

Maka, Ibnu Taimiyah berkata, siapa yang bersiap untuk mati, takutlah kepada Allah.

Abdullah ibnu Mubarok berkata, celakalah mereka yang rasa takut kepada Allah tidak melebihi rasa takut pada mahluk umumnya.

Ali bin Dinar berkata, siapa yang kehilangan rasa takut kepada Allah, hatinya telah hancur. Bukankah kalian tahu siapa Allah, Dia-lah Dzul Jalali wal Ikrom.

Imam Ahmad berkata, Dia-lah Dzul Jalali wal Ikrom, siapa lagi yang aku miliki selain Engkau? Siapa lagi yang bisa mengampuni dosaku dan mengasihi kelemahanku?

Hassan Al-Bashri berkata, tidakkah engkau malu kepada Allah Dzul Jalali wal Ikrom? Engkau bermaksiat padahal Dia melihatmu.

Al-Misyri berkata, jika seorang arif menunduk kepada Dzul Jalali wal Ikrom, dia gemetar, dia menangis.

Sufyan Ats-Tsauri berkata, Dzul Jalali wal Ikrom, aku tak bisa membacanya tanpa menangis bahkan sampai histeris, karena Allah terlalu agung untuk dilupakan, dan Allah terlalu mulia untuk dilawan.

Berkata Rabi’ah Al-Adawiyah, ya Allah jadikan zikir kepada-Mu sebagai penutup hatiku, dan kehadiran-Mu menjadi penenang jiwaku. Engkaulah Dzul Jalali wal Ikrom.

Ibrahim bin Adham berkata, siapa yang mengenal Allah, ia akan takut, siapa yang takut dia akan taat, dan siapa yang taat dia akan mencintai, dan siapa yang mencintai dia tak lagi merasa tentram kecuali bersama Allah.

Al-Muzakki berkata, lihatlah bagaimana engkau saat sendirian apakah engkau tetap dekat dengan-Nya di saat engkau dalam kesunyian, maka sungguh engkau mengenal Dzul Jalali wal Ikrom.

Zikir kepada Allah adalah hidupku, karena Dia adalah kekasihku, pembela Dzul Jalali wal Ikrom.

Mu’adz bin Jabal berkata, beramallah sungguh-sungguh, janji Allah adalah dekat.

Yahya bin Mu’adz berkata, celakalah manusia, ia senang pada harta, tapi lupa kepada pemberinya, ia takut kepada manusia tetapi lupa kepada Dzul Jalali wal Ikrom.

Ibnu Qayyim berkata, tak ada seorang pun menyebut Asma Allah Dzul Jalali wal Ikrom dalam kesempitan, kecuali Allah akan lapangkan, dalam dosa kecuali Allah ampuni.

Abdullah bin Dawan berkata, Ya Dzal Jalali wal Ikrom, kuatkanlah hatiku untuk taat kepada-Mu, dan jangan haramkan aku dalam memandang Dzul Jalal wal Ikrom.

Ya Robb, jadikan nama-Mu hidup di dalam hati kami,

Wahai jiwa yang sedang lelah dan mencari pelindung, senantiasa lah menyebut nama-Nya Dzul Jalali wal Ikrom, karena nama ini bukan sekadar pujian. Dia adalah pelita malam, Dia adalah kekuatan iman, dan penunjuk jalan pulang bagi hati yang haus akan keagungan dan kasih.

Wahai Dzul Jalali wal Ikrom, kami takut kepada-Mu akan keagungan-Mu, dan berharap kepada-Mu, hanya kepada-Mu.

Jangan biarkan kami lalai dari menyebut nama-Mu, 

jadikanlah nama-Mu dekat dalam hati kami, agar kami menghadap kepada-Mu dengan jiwa yang tenang.

Aamiin allahumaa aamiin.