KSP

Peringatan Hari Melawan Islamphobia Se-dunia

O

Oleh KH Bachtiar Nasir

Tanggal 15 Maret menjadi momen diperingati Hari Melawan Islamphobia Se-dunia atau the International Day to Combat Islamophobia.

Tanggal 15 Maret dipilih karena terkait dengan peristiwa serangan teroris Islamophobic kepada para jamaah shalat Jum’at di masjid Al-Noor di Cristchurch, New Zealand tahun 2019 dan menewaskan 51 orang.

Bagaimana Sikap Kita?

Jangan berikan sisa untuk Islam. Mana bisa Islam mulia kalau kita berikan sisa?

Kita ingat, bagaimana Umar bin Khattab semasa masih jahiliah. Dia sebelumnya sangat memusuhi Islam semasa masih Jahiliah.

Tetapi setelah dia masuk Islam, dia berkata, betapa bersyukurnya karena Islam memasuki jiwanya. Sebelum Umar mengenal Islam, dia bagaikan singa hutan yang menguasai wilayah hutan dan siap mencakar siapa saja yang mendekat. Hidupnya penuh kegersangan jiwa dengan ketakutan dan kegalauan. Hidupnya lari pada maksiat karena merasa tidak ada tempat untuk menghamba, kecuali pada berhala, patung, dan kebendaan.

Kehidupan pada masa jahiliah itu penuh kebodohan, di mana bayi-bayi dikubur hidup-hidup, seks bebas, dan masyarakat dilingkupi kekerasan. Masa itu masyarakat hidup pada puncak kemaksiatannya.

Lalu datanglah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad yang membawa risalah yang menenangkan hati, dan berubahlah hidup mereka jadi bermoral, disipilin, beretika, berakhlak , dan beradab. Mereka pun lalu mengelola tata negara dan kotanya, dan kehidupan masyarakat dengan penuh adab. Islam membawa kehidupan mereka yang tadinya seperti derajat kebinatangan, lalu naik derajat menjadi mulia.

Allah Subhana Wa Ta’ala memuliakan mereka.

Surah al-Isra ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Kata Umar bin Khattab, “Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah lewat Islam. Jika kita mencari kemuliaan lain di luar Islam, maka Allah akan menghinakan kita.”

Karena itu jangan berikan sisa untuk Islam.

Bagaimana cara kamu memegang agamamu, begitulah kamu akan diperlakukan dengan agamamu. Jika kita memberikan yang terbaik untuk Islam, sebenarnya kita sedang memuliakan diri kita. Ketika kita membawa laa Illahaillallah dalam hidup kita, maka kita akan mulia.

Islamphobia sudah ada sejak masa Rasulullah. Phobia saat itu adalah kepada struktural budaya masyarakat jahiliah yang dibangun di atas kemerosotan moral, lalu diganti dengan struktur pondasi bangunan yang kuat lewat Islam.

Sejak itu muncul stigma-stigma negatif terhadap Rasulullah, disebut tukang sihir, pendusta. Beliau bahkan dicap orang gila. Perjuangan dakwah beliau dihambat, beliau pun dicaci.

Kemudian datang masa Renaisans di Eropa yang merasa tergeser oleh hadirnya Islam dengan peradabannya yang tinggi. Mereka berusaha menghancurkan Islam lewat proyek-proyek mereka, juga melahirkan para orientalis yang dibekali dengan data yang tujuannya merusak Islam. Mereka mempelajari bahasa orang timur untuk merusak Islam dari dalam. Mereka takut karena Islam dianggap akan menggeser dominasi mereka.

Timbullah kolonialisme dari Barat dengan merusak kultur, religiusitas yang akhirnya justru membawa mereka hidayah kepada Islam.

Sekarang yang dipakai istilah Islamphobia, sementara dulu istilahnya orientalis.

Sisi lain dari Islamophobia adalah muncul setelah kejadian 911 atau penyerangan gedung kembar World Trade Center di Amerika. Sejak itu stigma negatif terhadap Islam makin gencar dengan tuduhan radikal, intoleran, dan sebutan negatif lainnya yang sama sekali tidak ilmiah.

Kemudian terjadi penghancuran terhadap Iraq yang dituduh memiliki senjata pemusnah biologis yang tidak terbukti.

Suriah juga diadu domba dan dipecah belah, sumber alamnya dikuras dan menjadikan negara itu dengan kemiskinan dan kebodohan.

Akhirnya PBB menetapkan tanggal 15 Maret menjadi Hari Melawan Islamphobia.

Puncak islamophobia sekarang terjadi di Gaza, zionis menggunakan senjatanya untuk melakukan genosida. Negaranya dihancurkan dan rakyatnya dibunuh.

Kata-kata Islamophobia ini mengandung arti:

1. Kekerasan yang terjadi hanya karena korban beragama Islam. Contohnya kejadian di New Zealand saat masyarakat muslim dibunuh hanya karena mereka muslim, dan sedang menjalankan agamanya. Mereka dibunuh di masjid yang menjadi sasarannya karena itulah tempat ibadah umat Islam.

2. Diskriminasi. Muslimah-muslimah yang ingin menjalankan syariat memakai hijab diperlukan diskriminasi.

3. Hate speech, ujaran kebencian, karena ada pemahaman yang keliru di antara pelakunya sehingga dengan mudah mereka melontarkan ujaran-ujaran kebencian berupa stigma-stigma negatif.

Hari Melawan Islamophobia se-dunia adalah momentum untuk bergerak bersama.

Kalau kebenaran sudah muncul, maka kebatilan akan lenyap. Karenanya jangan kita sembunyikan kebenaran.(*)