Artikel

Tentang Imam Mahdi dan Dajjal

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

BANYAK sekali hadits-hadits shahih tentang akan datangnya Imam mahdi pada akhir zaman nanti. Bahwa kedatangannya merupakan salah satu tanda akan datangnya hari kiamat. Sebagai Muslim kita harus mempercayai apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena beliau berkata dan berucap berdasarkan wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan atas dasar hawa nafsunya. Di antara hadits-hadits tentang Imam mahdi itu adalah:

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : يخرج في آخر أمتي المهدي يسقيه الله الغيث وتخرج الأرض نباتها ويعطي المال صحاحاً وتكثر الماشية وتعظم الأمة ، يعيش سبعاً أو ثمانياً

Abu Sa’id al-Khudri ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Pada akhir umatku akan keluar al-Mahdi. Allah menurunkan hujan kepadanya, bumi mengeluarkan tumbuhannya, harta akan dibagikan secara merata, binatang ternak melimpah dan umat menjadi mulia, dia akan hidup selama tujuh atau delapan (yakni, musim haji).” (Riwayat Hakim).

Hakim mengatakan bahwa sanad ini adalah shahih dan itu disepakati oleh al-Dzahabi dan Syaikh Albani.

عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ , يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ

Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Al-Mahdi dari keturunan kami; Ahlul Bait, Allah akan memperbaikinya dalam satu malam.” (Riwayat Ahmad dan Ibnu majah).

Dalam kitabnya al-Nihayah fi al-fitan wa al-malahim, Ibnu Katsir berkata, “Maknanya adalah memberikan taubat, memberikan taufik kepadanya, mengilhaminya, dan membimbingnya padahal sebelumnya tidak demikian.”

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الأَنْفِ يَمْلأُ الأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra. ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “‘Al-Mahdi dari keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezhaliman dan kelaliman sebelumnya. Dia akan berkuasa selama tujuh tahun.” (Riwayat Abu Daud dan Hakim).

عن جَابِرِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ، يَقُولُ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ، ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ” ، قَالَ : ” فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلام ، فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ : تَعَالَ صَلِّ لَنَا ، فَيَقُولُ : لَا ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ ، تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ

Dari Jabir bin Abdullah ra. ia berkata, “Saya mendengar Nabi SAW bersabda, “Senantiasa sekelompok dari umatku berjuang di atas kebenaran, mereka akan tetap ada sampai hari Kiamat.’ Beliau bersabda, “Lalu Isa bin Maryam turun, pemimpin mereka berkata, “Kemarilah, shalatlah mengimami kami” Lalu dia berkata, “Tidak, sesungguhnya sebagian dari kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lainnya sebagai kemuliaan yang Allah berikan kepada umat ini.” (Riwayat Muslim).

Dalam riwayat Harits bin Abu Usamah disebutkan, “Lalu berkata pemimpin mereka al-Mahdi, “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي ، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي

Abdullah bin Mas’ud ra. meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dunia tidak akan hilang atau tidak akan lenyap hingga seseorang dari Ahlul Baitku menguasai bangsa Arab, namanya sama dengan namaku.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Dan dalam riwayat Abu Daud ditambahkan:

يُوَاطِىءُ اِسْمُهُ اِسْمِيْ وَاسْمُ أَبِيْهِ اِسْمَ أَبِيْ

“Namanya sama dengan namaku dan nama bapaknya sama dengan nama bapakku.”

عن عبد الله بن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم: لو لم يبق من الدنيا إلا يوم لطوّل الله ذلك اليوم حتى يبعث رجلا مني أو من أهل بيتي يواطىء اسمه اسمي واسم أبيه اسم أبي، يملأ الأرض قسطا وعدلا كما ملئت ظلما وجورا

Abdullah bin Mas’ud ra. meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda, “Seandainya umur dunia tidak tersisa kecuali hanya satu hari, maka Allah akan memanjangkan hari itu sampai Allah mengutus seorang dariku – atau dari ahli baitku – namanya seperti namaku, dan nama bapaknya sepeerti nama bapakku, Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (Riwayat Abu Daud).

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

Dari Ummu Salamah ra. ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Al-Mahdi berasal dari Ahlul Baitku, dari keturunan Fathimah.” (Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).

Dan banyaknya hadits-hadits tentang Imam Mahdi ini menjadikan para ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tentang kedatangan Imam Mahdi sampai kepada derajat tawatur maknawi (mutawatir secara makna). Al-Hafidz Abu al-Hasan al-Abiri menjelaskan hadits-hadits yang menyebutkan tentang Imam Mahdi mencapai derajat tawatur. Sangat banyak, dimana disebutkan bahwa dia berasal dari keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia akan menguasai selama tujuh tahun, akan memenuhi dunia dengan keadilan. Isa AS akan turun, akan membantunya membunuh Dajjal, lalu Imam Mahdi mengimami shalat dan Nabi Isa shalat di belakangnya.

‘Allamah Muhammad al-Saffarini dalam kitabnya Lawami’ al-anwar al-bahiyyah menjelaskan bahwa banyak sekali riwayat tentang kedatangan Imam Mahdi sehingga mencapai derajat tawatur maknawi, dan hal itu tersebar di kalangan ulama ahlus sunnah sampai hal itu dianggap sebagai bagian dari akidah mereka”.

Begitu juga dengan Dajjal, banyak sekali hadits-hadits shahih yang menjelaskan tentang kedatangannya pada akhir zaman nanti dan sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Di antara hadits-hadits itu adalah:

عَنْ عبد الله بن عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِي أَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ سَبْطُ الشَّعَرِ بَيْنَ رَجُلَيْنِ يَنْطُفُ رَأْسُهُ مَاءً فَقُلْتُ مَنْ هَذَا قَالُوا ابْنُ مَرْيَمَ فَذَهَبْتُ أَلْتَفِتُ فَإِذَا رَجُلٌ أَحْمَرُ جَسِيمٌ جَعْدُ الرَّأْسِ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ قُلْتُ مَنْ هَذَا قَالُوا هَذَا الدَّجَّالُ أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا ابْنُ قَطَنٍ. وَابْنُ قَطَنٍ رَجُلٌ مِنْ بَنِي الْمُصْطَلِقِ مِنْ خُزَاعَةَ. رواه البخارى ومسلم

Dari Umar bin al-Khaththab ra. Ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda, “Ketika aku tidur, kulihat diriku thawaf di Ka’bah, tiba-tiba ada seseorang yang kulitnya sawo matang, berambut lurus diantara dua orang, kepalanya meneteskan air, maka saya bertanya, “Siapakah ini?” Mereka menjawab, “Ini Isa bin Maryam”, kemudian aku menoleh, tiba-tiba ada seseorang yang kulitnya merah, berbadan besar, rambut kepalanya keriting, matanya buta sebelah kanan, matanya seolah-olah anggur yang menjorok, maka saya bertanya, “Siapakah ini?” Mereka menjawab. “Ini dajjal”, manusia yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan. dan Ibnu Qathan adalah seorang laki-laki dari Bani musthaliq dari Khuza’ah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

عن أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَلَا أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا عَنِ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُولُ : إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ. رواه البخارى ومسلم

Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata, “Rasulullah SAW. Bersabda, “Ketahuilah, aku akan menceritakan kepada kalian tentang Dajjal yang belum pernah diceritakan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya, sesungguhnya dia adalah buta sebelah, dan sungguh ia datang dengan membawa seperti surga dan neraka, dan apa yang dikatakannya surga sesungguhnya adalah neraka, dan sungguh aku mengingatkan kalian sebagaimana Nuh mengingatkan kaumnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

عن أَنَسِ بْنَ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الْأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر. رواه مسلم

Dari Anas bin Malik ra. Ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiada seorang nabi pun, melainkan dia memberi peringatan kepada umatnya tentang pendusta yang buta sebelah matanya. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya, dan sesungguhnya Rabb (Tuhan) kamu tidak buta sebelah mata-Nya. Dan ditulis di antara dua matanya (Dajjal) Kaf, Fa dan Ra (Kafir).” (Riwayat Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ

Anas bin Malik ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Dajjal akan diikuti oleh 70,000 Yahudi dari kota Isfahan, mereka memakai syal.” (Riwayat Muslim).

عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ , قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا : خُرَاسَانُ , يَتْبَعُهُ أَقْوَامٌ , كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

Dari Abu bakar al-Siddiq ra, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami, “Sesungguhnya Dajjal akan keluar dari suatu daerah di timur yang disebut dengan Khurasan, dan akan diikuti oleh kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.” (Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah Ahmad Hakim).

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ ، وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ تَحْرُسُهَا ، فَيَنْزِلُ بِالسِّبْخَةِ ، فَتَرْجُفُ الْمَدِينَةُ ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ يَخْرُجُ إِلَيْهِ مِنْهَا كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ, رواه البخارى ومسلم

Dari Anas bin Malik ra. Ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada negeri (di dunia ini) melainkan akan dipijak oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah kerana tidak ada satupun pintu masuknya melainkan ada Malaikat yang berbaris menjaganya. Lalu ia masuk ke daerah Sibkhah. Kemudian Madinah akan berguncang sebanyak tiga kali sehingga keluarlah orang-orang kafir dan munafiq daripadanya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, ini lafaz Muslim).

عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ فَيهِمْ أَرْبَعِينَ ، لا أَدْرِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا ، أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا ، أَوْ أَرْبَعِينَ سَنَةً ، فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ ، فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ، ثُمَّ يَلْبَثُ النَّاسُ بَعْدَهُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ، ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّامِ ، فَلا يَبْقَى أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلا قَبَضَتْهُ ، حَتَّى لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ كَانَ فِي كَبِدِ جَبَلٍ لَدَخَلَتْ عَلَيْهِ

Abdullah bin ‘Amru ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dajjal akan keluar di tengah umatku dan tinggal selama empat puluh. (Perawi berkata, “Aku tidak tahu apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun”). Kemudian Allah mengutus Isa bin Maryam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud, lalu ia mencarinya (Dajjal) dan membunuhnya. Kemudian manusia hidup selama tujuh puluh tahun tanpa permusuhan satu dengan yang lainnya. Kemudian Allah kirimkan angin dingin dari arah Syam, Allah pun mematikan mereka sehingga tidak ada seorangpun yang ada dalam hatinya ada keimanan sebesar biji dzarrah yang tersisa. Walaupun jika seandainya seorang dari mereka masuk kedalam tengah gunung sekalipun untuk bersembunyi, kecuali angin itu akan merenggut nyawanya.” (Riwayat. Muslim).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits shahih yang menjelaskan akan kedatangan Dajjal pada akhir zaman nanti sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Dari hadits-hadits di atas kita dapat mengetahui bahwa di antara ciri-ciri fisik Dajjal itu adalah kulitnya merah, berbadan besar, rambutnya keriting, matanya buta sebelah kanan, matanya seolah-olah anggur yang menjorok. Diantara kedua matanya tertulis kata ‘kafir’. Ia akan datang dengan membawa seperti surga dan neraka, dimana apa yang dikatakannya surga sesungguhnya adalah neraka, begitu sebaliknya. Dan bahwa dia tidak akan dapat memasuki dua kota suci Makkah dan Madinah. Akhirnya dia akan dibunuh oleh Isa bin Maryam AS. yang juga akan turun sebelum datangnya hari kiamat.

Sebagai muslim yang percaya terhadap kerasulan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tentu kita harus mempercayai apa yang beliau sampai kepada kita umatnya agar kita dapat selamat di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam bish shawab.*