MTNTadabbur

Melawan Bisikan Setan

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِۙ
اِلٰهِ النَّاسِۙ

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia.” (Surat An-Nas ayat 1-3).

Ada yang menarik dari surat An-Nas ayat 1-3. Di tiga ayat tersebut kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Rabb, Malik, dan Ilaah manusia untuk satu kejahatan. Yaitu, kejahatan bisikan setan. Sedemikian besarnya impact bisikan jahat dari setan, tidak lain disebabkan target dari kejahatan itu adalah pusat sistem vital kejiwaan seorang manusia. Yaitu dada atau hati manusia.

Bila kita buka surat sebelumnya yaitu surat Al-Falaq, manusia hanya diminta berlindung dengan satu “kursi” saja yaitu Allah sebagai Rabb, yang menguasai waktu Subuh. Dari tiga kejahatan: yaitu apabila malam telah gelap, kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniupkan mantra pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang dengki, apabila ia telah dikuasai kedengkian.

Namun, pada surat An-Nas, manusia diminta berlindung dari satu kejahatan dengan tiga kursi Allah yaitu sebagai Rabb, Malik, dan Ilaah. Disebabkan, fatalnya kejahatan ini jika telah menguasai manusia. Bila bisikan ini telah meracuni hati manusia, maka pusat kendali ini akan berbalik mengendalikan semua sistem yang menopang kehidupan seorang manusia untuk mengingkari kuasa Allah sebagai penciptanya untuk mengatur hidupnya, membangkang pada aturan kerajaan Allah, dan pada akhirnya tidak lagi menjadikan Allah sebagai Tuhan yang diibadahinya. Oleh karena besarnya kerusakan akibat kejahatan setan yang satu ini, Allah memerintahkan kita memohon perlindungan dengan tiga “kursi-Nya” sekaligus.

Allah Azza wa Jalla adalah satu-satunya pencipta yang menciptakan manusia dan semesta beserta isinya. Oleh karena itu, sebagai Yang Menciptakan, Dia memproteksi jiwa-jiwa yang diciptakan-Nya dengan cara dididik-Nya agar menjadi jiwa yang mengetahui ancaman yang mengintai dan mengenali jurus setan melancarkan tipu dayanya.

Allah Ta’ala mengikuti setiap getaran yang timbul dalam jiwa makhluk-Nya, mengenali keluh lelahnya, dan menemani dari satu tantangan ke tantangan berikutnya. Dia juga tahu betapa berbahayanya setiap serangan yang dilancarkan setan dan kroninya. Dia Mahatahu strategi setan dan metode yang direncanakan, bahkan jurus taktis yang dipraktikkan.

Setan Selalu Menghadang
Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menemani dan mengingatkan hamba-hamba-Nya akan keberadaan diri-Nya melalui segala hal yang melekat dalam kehidupan manusia. Allah senantiasa merapat pada manusia agar hamba-Nya selalu tahu bahwa sedemikian dekat dirinya dengan Tuhannya. Dan, dia begitu sangat mudah bertemu dengan Tuhannya bahkan dengan hanya menyebut nama-Nya.

Sejatinya, setiap ibadah yang dilakukan oleh manusia akan selalu dihadang oleh godaan dan tipu daya setan. Oleh karena itu, Allah Ta’ala senantiasa hadir, dekat, dan nyata dengan kebesaran-Nya yang mampu dipahami oleh panca indera. Perlindungan seperti inilah yang diakui atau tidak mau diakui oleh manusia; telah menjadi kebutuhan.

Disinilah kita melihat kasih sayang Allah Ta’ala sebagai Raja atau Malik yang senantiasa memberi perlindungan dan payung kekuasaan-Nya; untuk menaungi dan melindungi hambanya dari segala kerusakan yang ditimbulkan oleh bisikan-bisikan jahat setan. Dengan segala keperkasaan-Nya, Allah menaungi hamba-Nya, sekaligus memberikan aturan untuk memandu jalan hidup hamba-Nya agar senantiasa selamat dan bahagia. Terhindar dari kehancuran dan kesengsaraan dengan Alquran.

Namun, bukan manusia, bila tak penuh perasangka dan kesombongan karena merasa sangat pintar dan berpengalaman. Bahkan pada Sang Pencipta dan Raja-nya yang memperlakukannya dengan sepenuh kasih sayang sekali pun. Dengan sombongnya, manusia lebih suka mengikuti persepsinya. Dengan keterbatasan akalnya, manusia berperasangka bahwa Alquran hanyalah kitab yang akan membawa peradaban manusia mundur berabad-abad. Padahal sejatinya, dari Alquran-lah lahir ilmuan-ilmuan yang mengawali modernnya peradaban hari ini.

Sedikit sekali ilmu pengetahuan hari ini yang mengungkap sejarah bahwa modernitas itu hadir dari orang-orang yang cemerlang karena berlindung kepada Allah sebagai Rabb-Nya yang menguasai seluruh alam semesta dan berharap hanya kepada satu-satunya Tuhan yang tak pernah kalah, yaitu Allah Al-Malikul Mulk. Merekalah orang yang dimenangkan oleh Allah karena mereka hanya memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan iman yang benar, beribadah yang benar, dan benar-benar berharap hanya pada pertolongan-Nya.

Oleh karena itu, puncak dari meyakini Allah sebagai Rabb dan Malik adalah dengan menjadikan-Nya sebagai satu-satunya Ilaah. Satu-satunya yang berhak untuk disembah dengan iman dan cara yang benar.

Iman bahwa Allah-lah Pencipta yang dengan hal itu membuat-Nya berwenang untuk menetapkan aturan dan berkuasa untuk melindungi, yang kemudian menyebabkan hanya Dia satu-satunya yang harus disembah atas segala karunia, perlindungan, dan segala yang diberikan-Nya; adalah penangkal yang paling dahsyat untuk menangkis serangan setan. Terutama serangan yang paling besar daya rusaknya yaitu bisikan maksiat dan jahat ke dalam hati. Dari mahluk-Nya yang berbisik secara ghaib seperti jin, iblis, dan setan; maupun dari kaki tangan setan dan jin yang nyata yaitu manusia. Wallahu ‘alam bish shawab.*