Obat Paling Ampuh untuk Hati yang Dengki

Oleh;
KH Bachtiar Nasir
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain…” (QS. An-Nisaa’: 32)
Setiap orang pasti pernah merasa iri. Melihat teman lebih sukses, rekan kerja lebih dihargai, atau saudara hidupnya tampak lebih mudah. Tapi hati-hati, kalau dibiarkan, rasa iri bisa berubah jadi penyakit hati yang berbahaya, dengki.
Kembali kepada Allah memang butuh proses panjang, dan salah satu langkahnya adalah tazkiyatun nafs, membersihkan diri dari penyakit hati, termasuk rasa dengki ini. Memang sulit, karena perasaan itu sering muncul dari interaksi kita dengan orang lain. Tapi bukan berarti mustahil untuk sembuh, asal kita mau melatih hati dan menata niat.
Apa Itu Dengki dan Kenapa Berbahaya?
Menurut Ibnu Taimiyyah, dengki adalah rasa tidak suka terhadap kebaikan yang dimiliki orang lain. Sederhananya, “susah lihat orang senang, senang lihat orang susah.”
Orang yang dengki biasanya tidak hanya ingin punya apa yang dimiliki orang lain, tapi juga ingin agar orang itu kehilangan nikmatnya. Padahal, setiap nikmat yang Allah berikan sudah diatur sesuai takaran dan kemampuan masing-masing hamba.
Kadang kita lupa, nikmat yang tampak indah bagi orang lain belum tentu cocok atau baik untuk kita. Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Rasulullah ﷺ juga sudah mengingatkan:
“Jauhilah hasad (dengki), karena hasad akan menghanguskan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
Bayangkan, amal baik yang kita kumpulkan susah payah bisa hangus begitu saja hanya karena iri. Lebih parah lagi, orang yang hatinya dipenuhi dengki akan sulit melihat kebenaran dan kebaikan. Bukan matanya yang buta, tapi hatinya.
“Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)
Namun, ada dua jenis “iri” yang justru dibolehkan, bahkan dianjurkan — yaitu iri kepada orang yang gemar berinfak dan kepada orang yang rajin membaca serta mengamalkan Al-Qur’an. Iri semacam ini bukan ingin menjatuhkan, tapi ingin meniru kebaikannya.
Bagaimana Menyembuhkan Dengki?
Obat paling mujarab untuk penyakit hati ini adalah merasa cukup atas apa yang sudah Allah beri. Cukuplah Allah bagiku (Hasbiyallah).
“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Aku telah menempatkan kepercayaanku kepada-Nya. Dialah Tuhan dari Arsy yang agung.” (HR. Abu Dawud)
Kadang kita sudah berusaha keras, tapi hasilnya justru dinikmati orang lain. Dalam hati muncul rasa kecewa, bahkan iri. Tapi ingat, semua sudah diatur oleh Allah. Tidak ada yang salah dengan takdir-Nya.
“Katakanlah, ‘Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.’” (QS. Yunus: 49)
Kalau merasa kalah, tersisih, atau tidak dihargai, cobalah belajar menerima — baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Justru dari hal-hal sulit itu, Allah sedang mengajarkan kita untuk tumbuh.
Yakinlah, orang yang hatinya ridha dan bersyukur akan selalu punya tenaga untuk bangkit dan melangkah lagi. Tapi orang yang sibuk iri dan menolak kenyataan, sama saja seperti berdiri di atas tanah yang rapuh, goyah, tidak punya pijakan.
Kalau berdiri saja tidak bisa, bagaimana mungkin bisa melangkah, apalagi berlari menuju ridha Allah?*