Muhasabah Diri
Oleh KH Bachtiar Nasir
بسم الله الرحمن الرحيم

Keberuntungan adalah mensucikan rohani, bukan jasmani.
Betapa indah surga dunia jika kita hadapi dengan dua cara: mensucikan ruhani dan menyehatkan jasmani.
Dengan itu, kita senantiasa menyebut nama Allah dan mendirikan shalat. Itulah perjumpaan paling indah, di saat shalat. Itulah sumber semua keinginan dan sumber harapan kita.
Senantiasalah bermuhasabah diri.
Ya Allah, hidupkan hati kami yang hampir padam.
Allahumma shali ala Muhammad wa Ali Muhammad.
Wahai Tuhan yang mengetahui isi hati hamba-hamba-Nya, kami datang dengan hati yang penuh salah.
Kami malu, begitu sering menyebut nama-Mu di lisan, tetapi Engkau tidak hadir di hati kami.
Kami membaca ayat-ayat-Mu, tetapi tidak satu pun ayat mengetuk hati kami.
Sesungguhnya orang-orang beriman itu, apabila disebut nama-Mu akan bergetar hatinya.
Tetapi hati kami telah lama terhenti tergetar.
Kami takut ya Allah, karena hati yang tidak lagi bergetar jika disebut nama-Mu adalah hati yang mulai mati.
Di mana kami pada saat itu? Ya, Robb, nama-Mu yang seharusnya menggetarkan hati kami.
Engkaulah yang menggetarkan hati kami yang mati, Engkaulah yang menyinari hati kami dengan cahaya.
Hidupkanlah hati kami kembali dengan cinta-Mu.
Hujamkan pada hati kami, rasa takut kehilangan rahmat-Mu, bukan takut kehilangan dunia.
Ajarkan kami rindu yang suci. Rindu suci adalah rindu kepada-Mu, bukan rindu kepada makhluk yang fana.
Ajarkan kami tangisan yang mulia, bukan tangisan sia-sia. Tangisan yang mulia adalah tangisan karena kehilangan rahmat-Mu, bukan kehilangan dunia yang sia-sia.
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.
Ketika aku mendengar nama-Mu, jadikan hati kami bergetar sebagaimana hati kekasihmu yang bergetar mendengar ayat-ayat-Mu.
Jadikan mata ini basah seperti para kekasih-Mu yang basah karena mendengar ayat-ayat-Mu.
Tundukkan hati kami yang keras dengan kalam-Mu.
Jangan biarkan hati kami mendengar kalam-Mu tetapi tidak merenungi, beribadah tetapi tidak merasakan kehadiran-Mu.
Mohon kami kepada Engkau, yang menundukkan gunung dengan kalam-Mu.
Ya Hayyu Ya Qayyum birahmatika astaghitsu. Wahai Dzat Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.
Betapa sering kami berlari mengejar makhluk, sementara Engkau menunggu kami di sepertiga malam.
Betapa sering kami mengingat nama seseorang hingga dada berdebar, tetapi kami mengingat nama-Mu tanpa rasa.
Apa gerangan yang telah menyelinap di hati kami?
Betapa sering kami kecewa karena kehilangan dunia, tetapi kami tidak menangis kehilangan zikir dan shalat.
Teguhkanlah hati kami di atas iman, ya Allah.
Jadikan kami seperti orang-orang yang engkau sebut dalam kitab-Mu, orang-orang yang beriman.
Ya Allah, jika Engkau masih memberi kami waktu, izinkan kami mengejar ibadah kami.
Jika engkau memberi kami umur, jadikan sisa umur untuk ibadah kepadamu.
Jika engkau memberi kami kesempatan, matikan kami dengan husnul khatimah.
Hidupkanlah hati kami yang telah padam kami, Ya Robb, Ya Hayyu ya Qoyyum.
Ya Allah jangan Engkau cabut nikmat iman ini, sebelum Engkau jadikan kami benar-benar menjadi orang yang mengenal-Mu dan takut kehilangan-Mu.
سبحانك اللهم وبحمدك ، أشهد أن لا إله إلا أنت ، أستغفرك وأتوب إليك