Tadzkirah

Inilah Prinsip Hidup Para Pahlawan Sejati

Oleh:

KH Bachtiar Nasir 

DALAM perjalanan sejarah, selalu ada manusia yang memilih jalan berbeda dari kebanyakan orang. Mereka tidak menjadikan hidup sekadar untuk bertahan, mengejar kenyamanan, atau mengumpulkan kedudukan. Ada nilai yang mereka jaga dengan seluruh jiwa: iman, kehormatan, dan kemuliaan diri.

Karena itu, sebagian orang rela mempertaruhkan nyawanya ketika dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan akidah atau kehilangan keyakinan. Tentu, seorang Muslim tidak diperintahkan untuk meminta kematian. Namun, ketika kehormatan dan keimanan hendak direnggut, para pejuang sejati memahami bahwa hidup tanpa prinsip bukanlah kemuliaan.

Inilah salah satu ciri para pahlawan. Mereka tidak banyak. Dalam sebuah bangsa atau komunitas, mungkin hanya segelintir manusia yang memiliki keteguhan seperti itu. Mereka berani berdiri ketika kebanyakan orang memilih diam. Mereka berani menanggung kesulitan ketika yang lain mengejar kenyamanan.

Bagi mereka, lebih baik menghadapi penderitaan daripada hidup dalam kehinaan. Lebih baik kehilangan dunia daripada kehilangan iman. Sebab mereka menyadari, kehidupan bukan hanya tentang bagaimana manusia dipandang di dunia, tetapi juga tentang bagaimana ia mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah.

Semangat kepahlawanan sesungguhnya bukan sekadar keberanian mengangkat senjata. Ia juga berarti keberanian menjaga prinsip, melawan hawa nafsu, menolak kezaliman, dan mempertahankan kebenaran meski harus membayar harga yang mahal.

Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak memberikan kepada Islam hanya sisa waktu, sisa tenaga, dan sisa perhatian. Islam tidak semestinya hanya dijadikan identitas, apalagi kendaraan untuk meraih karier, jabatan, pengaruh, atau kemenangan kelompok.

Jangan sampai seseorang begitu fasih berbicara tentang Islam, tetapi kehidupannya tidak pernah sungguh-sungguh dipersembahkan untuk nilai-nilai Islam. Jangan sampai agama hanya menjadi alat untuk kepentingan diri, sementara cita-cita hidupnya justru tidak pernah menjadikan keridhaan Allah sebagai tujuan.

Menjadi Muslim berarti memiliki cita-cita yang lebih tinggi daripada sekadar keberhasilan dunia. Ada amanah yang harus dijaga, ada kebenaran yang harus ditegakkan, dan ada kemuliaan yang harus dipertahankan.

Para pahlawan mengajarkan bahwa hidup yang mulia bukanlah hidup tanpa risiko. Hidup yang mulia adalah hidup yang memiliki prinsip. Sebab pada akhirnya, yang menentukan kemuliaan manusia bukan berapa lama ia hidup, melainkan untuk apa hidup itu dipergunakan.

Maka, jangan berikan kepada Islam yang tersisa. Berikan yang terbaik: waktu terbaik, tenaga terbaik, pikiran terbaik, karya terbaik, dan pengabdian terbaik. Sebab iman bukan sekadar sesuatu yang diwarisi dan diucapkan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kehidupan.*

Exit mobile version