3MQuTadabbur

Menutup Pintu Kemusyrikan


Oleh:
KH Bachtiar Nasir

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala adalah Rabb yang harus kita sembah satu-satunya. Tidak ada yang lain. Dalam shalat misalnya. Jangan sampai kita shalat tetapi yang ada dalam pikiran kita bukan Allah Ta’ala. Kelihatannya shalat padahal seperti orang tidak shalat. Matanya ke tempat sujud, tetapi pikirannya kemana-mana. Menerawang. Hatinya kemana-mana. Bukan menyembah Allah.

Kenapa bisa shalat sepeti itu? Karena tidak mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena keyakinannya kepada Allah tidak didasari oleh keilmuan yang kuat. Makanya selesai shalat, betapa banyak hingga saat ini orang tidak memahami bacaan shalat. Orang seperti ini biasanya mudah dipengaruhi, berpindah agama, diracuni pikiran sesat. Walaupun fisiknya berjilbab. Hanya digoda dengan materi, hanya digoda harta dia sudah lumpuh. Karena apa? Karena perkenalannya kepada Allah sangat lemah. Lemah sekali.

Bagaimana shalatnya selama ini, bagaimana dengan ibadahnya selama ini? Bagaimana dengan puasanya selama ini? Saya tidak bilang dia musyrik. Tetapi dia telah beribadah minus.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Surat Al Hasyr ayat 22).

Pada ayat ini dijelaskan Allah Yang Maha Mengetahui semua yang gaib. Dan pasti mengetahui yang nyata, yang nampak. Jika kita sudah tertanam keyakinan itu, maka kita mantap mengatakan “huwar-raḥmānur-raḥīm“.

Mantap keyakinan kita, tidak akan pernah tergelincir oleh kesesatan pemikiran. Tidak pernah bisa disesatkan secara ilmu. Karena kita sudah yakin, dialah Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan segala ilmunya. Dia mengetahui semuanya yang tersembunyi dari kita.

Apa yang kita inginkan dan tidak kita inginkan, Allah Ta’ala lebih tahu, Allah yang paham bisa memenuhinya. Kita ini sering tidak tahu apa yang kita makan. Kita ini sering tidak tahu apa yang kita kejar. Kita bakal menumpuk sesuatu yang bakal menjadi beban kita. Allah Maha Tahu. Makanya Allah mengarahkan kita di dalam Alquran. Allah membimbing kita dalam Alquran.

Pada ayat 23 Al Hasyr dijelaskan lagi bahwa pintu kemusyrikan yang banyak dilakukan oleh manusia adalah tidak mengenal Allah sebagai Al Malik, sebagai Al Quddus. Tidak mengenal Allah sebagai Assalam, Al Mukmin, Al Muhaimin, Al Aziz, Al Jabbar, Al Mutakabbir.

Kemudian pada Surat Al Hasyr, ada 40 kali nama dan sifat Allah diulang: 24 nya dalam bentuk lafdzu jalalah Allah. Sisanya yang 16 dalam bentuk sifat dan dalam bentuk dhamir. Ini menunjukan begitu penting nya pintu kemusyrikan ditutup rapat dengan berma’rifat mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Orang tua, para ayah coba lihat anak kita yang sudah sekolah hingga kuliah. Coba cek, setelah mereka kuliah dan punya spesialisasi dalam bidang ilmu pengetahuan, coba cek ada tidak unsur kemusyrikan pada dirinya. Setelah menuntut ilmu, bertambah kah khasyiya nya, rasa takutnya, rasa tunduk nya kepada Allah Ta’ala.

Jangan-jangan malah sebaliknya. Dulu waktu masih di PAUD rajin mengaji, waktu di SD taat sekali baca Alquran. Tetapi setelah SMP malas baca Alquran. SMA tambah malas. Setelah kuliah sudah tidak pernah baca Alquran lagi.

Ini menunjukan bahwa ilmunya tidak berbuah. Banyak orang yang sekolah nya tinggi tambah ilmunya, tapi tidak tambah takutnya kepada Allah. Padahal, tujuan kita menuntut ilmu innamā yakhsyallāha min ‘ibādihil-‘ulamā`. Wallahu ‘alam bish shawab.*

Exit mobile version