KSPTadzkirah

Niat adalah Software Utama Hidup 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Kita tentu tahu, bahwa segala amalan tergantung pada niat. Bagaimana hasilnya di hadapan Allah, akan ditentukan bagaimana awal niatnya. Karenanya, mari jadikan momentum Muharram yang sudah memasuki hari ke-tujuh ini untuk memperbaiki niat kita. Jadikan Muharram adalah awal sistem, bukan sebagai awal tahun.

Banyak manusia memperbaiki aktivitasnya tetapi tidak memperbaiki niatnya. Padahal amal ditentukan oleh niat batinnya.

Misalnya, ada dua orang yang sama-sama mengerjakan amalan yang sama, berada di majelis yang sama, tetapi nilainya di hadapan Allah bisa berbeda jauh sekali. Masing-masing bisa jadi berangkat dari buat yang berbeda. Yang satu niat karena Allah semata, dan lainnya niat karena selain Allah.

Hijrah harus dimulai dengan niat yang baru.

Jika niatnya ikhlas, meskipun amalnya kecil bisa bernilai besar di hadapan Allah Subhana Wa Ta’ala.

Allah menegaskan hal ini di Surah Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ۝٥

“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).”

Allah menciptakan manusia tidak diperintahkan kepada mereka, kecuali hanya untuk menyembah Allah dan memurnikan ketaatan kepada Allah.

Perintah dalam beragama adalah memurnikan ketaatan.

Rasulullah mengatakan tentang keutamaan niat ini pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Semua amal tergantung dari niat dan hasilnya tergantung pada bagaimana kita terhadap niat itu sendiri.

Amal itu sistem utama hidup kita. Makanya sering-seringlah memperbaiki niat.

Dari hadits tadi, Rasulullah mengaitkan antara hijrah dengan niat.

Jangan hanya memperbaiki gerakan lahir saja, tetapi juga perbaiki batinnya. Setiap orang mendapatkan balasan tergantung dari niat yang tercetus dalam hati. Balasan yang agung untuk seseorang yang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar validasi dunia.

Exit mobile version