KSPTadzkirah

Al-Qur’an, Petunjuk Jalan yang Lurus, Mengarahkan Peradaban

Oleh KH Bachtiar Nasir

Saat kita bepergian biasanya kita menggunakan map atau peta agar sampai ke tujuan dengan cepat tanpa tersesat. Kalau kita memakai google map, meskipun itu berupa panduan jalan, tetapi panduan itu tidak bisa membawa kita kepada Allah.

Kalau kita telah sampai pada tujuan berdasarkan map, panduan tersebut tidak mau tahu, apakah kita bahagia atau tidak, map tidak mau tahu.

Berbeda dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an  memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus (aqwam).

Allah Ta’ala berfirman di Surah Al-Isra ayat 9:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ ۝٩

Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar.

Sesungguhnya Al-Qur’an sebagai petunjuk (map).

Al-Qur’an bukan kitab hanya untuk disimpan atau hanya digunakan saat acara keagamaan saja. Al-Qur’an bukan hanya bahan bacaan, tetapi Al-Qur’an adalah hidayah hidup. Al-Qur’an adalah petunjuk yang mengarahkan pikiran, hati, keputusan, keluarga, bahkan mengarahkan peradaban.

Jika hidup ini sebagai sebuah sistem, maka Al-Qur’an adalah sistem operasi kehidupan ini. Hati adalah pusat kendali, iman adalah energinya, niat adalah kanalnya, taubat adalah pembersihnya. Dan Istikamah adalah sistem keamanannya.

Banyak orang yang membaca Qur’an, tetapi saat mengambil keputusan masih sering mengikuti hawa nafsu.

Atau misalnya kita sedang membaca Qur’an tetapi tiba-tiba membuka HP. Lalu apa yang kita ikuti? Mengikuti hawa nafsu dari layar HP, atau mengikuti ayat ini dibaca tadi?

Banyak orang memuliakan mushaf, tetapi belum mengamalkan Qur’an sebagai standar hidupnya.

Banyak orang yang dekat dengan Al-Qur’an di majelis, tetapi jauh dari panduan Al-Qur’an dalam keluarga. Lalu, kenapa Al-Qur’an tidak berjalan di rumah itu sebagai sistem operasi?

Ya Allah, ayat apa yang bisa aku amalkan dari ayat ini?

Seorang ulama menulis dari satu surah Al-Fatihah dia mendapatkan 1000 hidayahnya. Banyak hal yang bisa didalami dari Al-Qur’an.

Minimal satu ayat, satu hidayah, dan satu amalan nyata.

Allahummarhamna bil Quran (اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ), Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al-Qur’an.*

Exit mobile version