KSPTadabbur

Doa-doa Dalam Surat Al-Fatihah (4)

Maaliki yaumid-din

 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ ‎﴿٤﴾

Maliki yaumid-din.

Pemilik hari Pembalasan.

Memohon kepada Pemilik Hari Pembalasan

 

Di sini kita berdoa kepada Allah Al-Malik, Sang Pemilik atau Sang Penguasa Hari Pembalasan.

Berdoa dengan memulai menyebut Allah sebagai Al-Malik juga ada di dalam Surat Ali Imran ayat 26 :

 

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ‎﴿٢٦﴾

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

 

Soal kepemilikan, contohnya kepemilikan harta di dunia sejatinya hanya titipan, karena Allah-lah pemiliknya. Allah menitipkan rezeki berupa harta atas usaha kerja kita di dunia. Bila kita meninggal, harta milik kita kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam artian dibagikan sebagai harta waris sesuai hukum Allah subhanahu wa ta’ala. Bila para ahli waris memahami konsep kepemilikan harta ini, dia akan rela mengikuti aturan Allah subhanahu wa ta’ala dalam pembagian harta warisan sesuai hukum Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka utamakanlah kepentingan akhirat. Jika beres urusan akhirat, maka urusan dunia juga ikut beres. Meskipun demikian kita tidak menafikan urusan dunia, karena pada hakikatnya manusia perlu juga mencari harta untuk ibadah zakat, ibadah haji, infaq, dan ibadah lainnya.

 

Sebagai Al-Malik kekuasaan yang Allah miliki begitu sempurna, dan semua makhluk tunduk kepada-Nya. Tidak ada yang dapat mengatur Allah subhanahu wa ta’ala, karena Dia-lah satu-satunya Yang Maha Berkehendak.

 

Allah subhanahu wa ta’ala tidak membutuhkan perantara. Karenanya kita langsung saja berdoa kepada Yang Memiliki Hari Pembalasan. Kelak di Hari Pembalasan hanya Allah sendiri yang menghisab dan mengadili semua makhluk-Nya tanpa bantuan siapa pun. (*)

Exit mobile version