Berita

UBN: Abah Online Kalahkan Gemoy di Perang Media Sosial

JAKARTA—Dalam kontestasi pemilihan presiden, media sosial memiliki pengaruh besar. Ide, pikiran, gagasan para pasangan calon presiden disebarluaskan melalui media sosial.

Pernyataan ini disampaikan KH Bahtiac Nasir pada program King Maker UBN Podcast edisi Kamis (4/1/2024).

Dikatakan UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir penggunaan media sosial dalam pertarungan politik untuk saat ini adalah keniscayaan. Bahkan ada paslon tertentu, rela menggelontoran uang untuk membayar influencer bertarif mahal.

“Ini seperti ongkos perang dalam sebuah peperangan, itu tidaklah murah,” jelas UBN.

Sehingga, paslon tersebut bisa dikatakan memenangkan pertarungan di media sosial. “Sama-sama kita ketahui sekarang ini, bahwa di Twitter dan di Instagram khususnya di Indonesia memang ada paslon tertentu kelihatan memenangkan di level itu. Karena memang di sini gagasan, ide, pikiran yang berat-beratlah termuat,” ungkap UBN.

Penggunaan media sosial ini, lanjut UBN, untuk menyasar kalangan Gen Z. Seperti diketahui, 50 persen lebih calon pemilih berasal dari kalangan Gen Z. Maka, dimunculkan diksi-diksi yang lekat dengan kalangan Gen Z. Seperti istilah Gemoy yang ditujukan untuk capres Prabowo Subianto.

Namun, diksi gemoy ini menurut UBN terkalahkan dengan diksi Abah Online yang ditujukan untuk capres Anies Baswedan.

“Soal media sosial, terutama soal Anies di Tiktok. Gemoy yang mulai tersalibi oleh Abah. Sebuah diksi yang bagi Gen Z ini sesuatu,” ujar UBN.

Dari fakta ini, sejatinya kekuatan uang berlimpah paslon tertentu bisa dikalahkan dengan militansi di media sosial. UBN menyerukan agar umat memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan kebenaran.

“Infakan media sosial kita untuk kebenaran, infakan waktu kita untuk ngeshare, komen. Komen-komen yang negatif dilawan. Itu bagian dari berjuang juga. Karena gen Z ini kelompok yang labil. Bagaimana politik uang bisa dikalahkan melalui media sosial,” demikian diungkapkan UBN.*

Exit mobile version