KH Bachtiar Nasir: “Al-Qur’an diturunkan dengan cara talaqi.”
“Al-Qur’an diturunkan dengan cara talaqi,” demikian papar Dr. (HC) KH Bachtiar Nasir Lc. MM, pada pembukaan sambutan perhelatan Qira’at Internasional 1448 H/2026 yang diadakan di Universitas YARSI, Jakarta Pusat. Acara dauroh ini diselenggarakan selama dua hari, tanggal 29 dan 30 Agustus 2026.
Pada hari pertama dauroh Sabtu, 29 Agustus, peserta mengikuti daurah dan kajian mendalam kitab Tuhfatul Athfal, salah satu matan yang digunakan dalam pembelajaran dasar ilmu tajwid.
Ustad Bachtiar Nasir mengutip tiga ayat dari Surah Al-Qiyamah sebagai bukti bahwa Al-Qur’an turun secara talaqi.
Firman Allah Ta’ala Surah Al-Qiyamah ayat 16-18:
لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ ١٦ اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗۚ ١٧ فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗۚ ١٨
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya kami yang akan mengumpulkan (di dadamu) dan membacakannya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
Menurut Zaid bin Tsabit Radhiallahu Anhu, bacaan Al-Qur’an adalah sunnah yang diikuti. (Al-Qira’atu sunnatun muttaba’ah).
Zaid bin Tsabit, salah satu sahabat yang menjadi tīm kodifikasi Al-Qur’an membaca Al-Quran termasuk Lahjah, tajwid, dan riwayatnya harus berdasarkan petunjuk dan contoh langsung. dari, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.
Masih menurut Zaid bin Tsabit, membaca Al-Qur’an wajib dipelajari secara langsung dari mulut ke mulut (musyafahah) dari guru yang memiliki sanad menyambung hingga kepada Rasulullah.
Rantai Sanad ini tidak pernah putus sejak 14 abad lalu sampai sekarang.
Sanad adalah keistimewaan umat
Allah Subhana Wa Ta’ala menjaga Al-Qur’an dengan sanad yang bersambung hingga sampai kepada Rasulullah.
Menurut Abdullah bin Mubarak, sanad adalah bagian darí agama – الإسْنَادِ من الدّين
Keabsahan Ilmu agama harus didasarkan pada silsilah periwayatan yang jelas.
UBN mengingatkan, bahwa ijazah sanad bukan hiasan dinding atau dipajang di media sosial. Ijazah sanad merupakan amanah ilmiah. Juga merupakan kewajiban baru, bukan akhir perjalanan. Wajib menjaga bacaannya dan mewariskannya. Dan keutamaan baru sempurna ketika ilmu terus bergerak.
Utsman bin Affan menetapkan prinsip pengajaran Al-Qur’an wajib bersandar langsung kepada guru yang memiliki kompeten.
Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat bagian dari rantai sanad. Garis rantai umumnya berbunyi: “Dari guru kami (bersambung hingga), dari Abu Abdurrahman As-Sulami, darí Utsman bin Affan, dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, dari malaikat Jibril, dari Allah Subhana Wa Ta’ala.”
Adanya bermacam-macam qira’at merupakan keragaman, dan ini adalah anugerah ilahiah, dan bukan pertentangan.
Pertemuan ulama Al-Qur’an ini menjadi ruang seni menjaga kesinambungan ilmu, memperkuat adab belajar, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Tradisi sanad dan transmisi keilmuan mengingatkan pentingnya amanah dalam menjaga bacaan serta pengajaran Al-Qur’an dari generasi ke generasi.
