Berita

Forkommas Kembali Gelar Kajian Subuh Keliling, UBN Singgung Pentingnya Persatuan Umat

JAKARTA–Forum Komunikasi Masjid se-Malaka Sari (Forkommas) kembali menggelar Kajian Subuh Keliling (Kasuling), Sabtu (27/4/2024). Pembina Forkommas KH Bachtiar Nasir hadir sebagai pembicara Kasuling Forkommas yang pada kesempatan kali ini digelar di Masjid Hifzhul Amanah, Malaka Sari, Jakarta Timur.

UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir pada awal kajian bercerita tentang sejarah berdiri Forkommas. Menurut UBN, Forkommas didirikan awal tahun 2000.

“Setelah Forkommas berdiri, nah itu pas 2001 ada nine eleven, jatuhnya dua menara kembar (twin tower). Setelah itu Islam dituduh dengan berbagai sandiwara,” ujar UBN kepada jemaah.

Ketika itu, umat Islam terpecah belah. Negara-negara Islam diporakporanda. Irak dituduh memiliki senjata pemusnah massal.

“Dihancurkanlah Irak. Bikin sandiwara di Irak. Terus Suriah diadu domba. Kemudian Yaman, Iran-Israel. Ini sebetulnya urusan politik,” kata UBN.

UBN mengingat agar umat Islam tetap menjaga persatuan di tengah pergolakan politik internasional. “Jangan sampai kita dipecah belah oleh mereka yang memiliki kepentingan dengan sandiwara politik saja. Sehingga umat selalu dipecah belah,” jelas Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.

UBN bersyukur Forkommas mampu menjadi forum komunikasi umat Islam di Kelurahan Malaka Sari. “Forkommas menjadi pemersatu kita semua,” tandas UBN.

UBN menekankan perlunya persatuan umat. Selepas Pilpres, persatuan umat akan kembali diuji dengan Pilkada dalam waktu dekat.

“Walaupun beda pilihan kita harus tetap bersatu,” kata UBN.

Kemudian pada kajian, UBN juga mengulas tentang amalan pasca Ramadhan. Seperti puasa Syawal, dan persiapan Zulhijjah yakni ibadah kurban.

“Kalau orang-orang di sini yang sukses Ramadhan-nya pasti akan memilih amal shalih yang paling tinggi kualitasnya. Kurbannya pun harus minimal satu dinar,” kata UBN.*

Exit mobile version