KSP

Inilah Momen Istimewa Melawan Hawa Nafsu

 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Ramadhan telah tiba. Alhamdulillah Allah membiarkan kita melaju cepat meninggalkan gangguan setan dalam Ramadhan. Tinggallah bagaimana caranya kita bisa melawan hawa nafsu kita sendiri.

Ramadhan, inilah hakikat momen di mana Allah menyiapkan waktu bagi kita, bagaimana kita mampu melawan hawa nafsu amarah, dan bagaimana kita menyiapkan diri kita secara lahir dan batin yang tidak lagi mendua dan hanya bergantung kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Pernahkah terlintas pertanyaan, kenapa badan kita dipuasakan? Jawabannya, karena agar ruh kita dikuatkan. Jika  bertambah kuat ruh kita, akan  bertambah dekat kita dengan Allah.

Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana innaka antal alimul hakim.
سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَاۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

(Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana)

Perbaiki Keikhlasan 

Perbaiki selalu keikhlasan kita dalam memperbaiki diri, dalam self control kita. Kita tidak mungkin melawan diri kita sendiri, sebab di dalam diri kita ada nafsu kebinatangan, ada nafsu yang sulit kita kendalikan. Kecuali hanya pertolongan Allah saja kita bisa mengendalikan nafsu kita sendiri.

Antara kita dan hati kita ada tembok yang tidak bisa kita kuasai. Jangankan hati orang lain, hati kita sendiri pun kita tidak bisa menaklukkannya.

Mintalah kepada Sang Maha membolak-balikkan hati,
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi Alaa Diinik.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

Kita senantiasa memohon pertolongan Allah untuk mengontrol hati. Di sinilah bedanya hati yang dikuasai nafsu dan nafsu yang bisa dikendalikan atas pertolongan Allah.

Ketahuilah, kita tidak diperintahkan untuk menjadi ini dan itu, untuk mencari ini dan itu. Bukan itu. Kita diciptakan oleh Allah hanya untuk beribadah.

Sekaranglah waktunya kita menata ulang diri untuk melihat bagaimana sifat kehambaaan kita kepada Allah. Apakah kita masih dikuasai penghambaan kepada selain Allah?

Semoga bulan Ramadhan ini menjadi bulan terbaik dalam hidup kita: seberapa dekat hubungan kita dengan Allah Sang Pencipta dengan rasa tunduk, patuh, pasrah, dan penghambaan diri.

Dengan terjauhkannya kita dari nafsu kebinatangan, nafsu amarah, semoga kita menjadi orang yang bertakwa dengan istiqomah sampai akhirat.

Senantiasa kita menjaga keikhlasan dan kemurnian tauhid kita.

Tak ada yang boleh kita takuti selain takut kepada Allah. Tak ada yang bisa kita harapkan kecuali berharap kepada Allah. Tidak boleh lagi ada sandaran kecuali bersandar kepada Allah. Tak lagi kita berbahagia kecuali sumber kebahagiaan itu adalah Allah.

Boleh jadi banyak yang datang ke hati kita, tetapi hanya Allah satu-satunya yang menguasai hati.

Inilah momen untuk mengerjakan hal-hal hebat, ibadah dan berpuasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan selalu dekat kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.