KSPTadzkirah

Mari Perbaiki Instalasi Pikiran Kita

 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Bagaimana menjadi orang yang bahagia? Agar engkau menjadi orang yang paling bahagia, biarkanlah masa depan datang sendirinya pada waktunya. Jangan cemaskan hari esok, karena jika engkau memperbaiki hari ini-mu, maka hari esokmu ikut membaik.

Pekerjaan paling melelahkan adalah menunggu dan disertai kecemasan. Pikiran jadi kemana-mana.

Ketahuilah, yang penting bagaimana sekarang adalah kita membersihkan hati dari segala macam hal yang membebani pikiran: cemas, dendam, hasad, dan pikiran negatif lainnya.

Kebahagiaan adalah sebuah state of mind, soal kondisi pikiran kita. Jangan terlalu lama menunggu untuk bahagia, sebab bahagia bukan destinasi, melainkan state of mind, yakni kondisi pikiran, perasaan, dan emosi seseorang pada waktu tertentu, yang memengaruhi perilaku dan tindakan mereka.

Bersyukurlah selalu, agar hati lega dan bahagia.

Intinya, perbaiki hari ini kita, perbaiki instalasi pikiran kita. Jangan mencoba menjalani hari esok sebelum matahari terbit, sementara kita masih ada di hati ini.

Fokuskan seluruh sumber daya mental kita untuk memperbaiki apa yang ada di depan mata kita sekarang.

Ada yang namanya outcome dan proses. Seringkali pikiran kita melompat ke masa depan yang belum terjadi, sehingga kita menjadi cemas.

Apa yang kita dapati berupa kebaikan di hari ini, inilah yang menjadi blue print untuk hari esok yang gemilang. Itulah automatic blue print yang terjadi begitu saja.

Sebenarnya bukan dunianya yang berat. Tetapi pikiran kita belum terinstalasi. Pikiran kita yang ingin masuk ke hari esok, padahal matahari esok belum terbit.

Hati kita laksana OS atau operating system, di mana hasad, dengki, dendam, benci adalah malware yang menghabiskan daya batere emosional kita.

Malware itu perangkat lunak berbahaya yang dirancang khusus untuk menyusup, merusak, mencuri data, atau mengganggu kinerja sistem komputer, server, atau jaringan tanpa izin pemiliknya. Dengki, dendam, benci adalah malware yang menyusup dan mencuri daya baterei emosional kita tanpa henti.

Meskipun kita tidur, HP kita tidak mati tetapi batereinya habis.

Manusia yang tidur membawa dengki, dendam, dan permusuhan, meksipun mata terpejam tetap gelisah.

Supaya baterai energi kita tidak habis, perlu detoksifikasi.

Hasad itu ibarat kita yang minum racun tetapi berharap orang lain yang kita benci yang mati. Itulah sifat seorang pendendam. Maka hati yang seperti itu perlu detoksifikasi.

Perlu kita melakukan reframing. Reframing adalah teknik psikologis dan kognitif untuk mengubah sudut pandang atau cara seseorang menafsirkan suatu peristiwa, situasi, atau perilaku dari negatif menjadi lebih positif, konstruktif, dan memberdayakan. Metode ini bertujuan untuk menggeser pola pikir, mengurangi stres, kecemasan, dendam.

Dengan reframing atau pembingkaian ulang, kita ubah cara melihat orang yang kita benci sebagai guru yang menguji kesabaran kita. Lalu lepaskan emosi negatifnya.